Menjemput Mahasiswa dari Pulau Dewata: UIN KHAS Jember Lepas Tim Sosialisasi PMB Bali
Humas - Ruang Rapat Rektorat Lantai 1 UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember siang itu, Rabu, 28 Januari 2026, terasa berbeda. Bukan rapat rutin yang berlangsung, melainkan forum singkat yang sarat arah dan harapan, yakni pelepasan Tim Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Provinsi Bali.
Pelepasan dilakukan secara simbolis pada pukul 14.00 WIB, menandai dimulainya misi sosialisasi yang akan berlangsung selama tiga hari. Tim dijadwalkan bertolak pada malam hari, membawa mandat institusi untuk memperkenalkan UIN KHAS Jember di tengah ketatnya persaingan perguruan tinggi.
Wakil Rektor I UIN KHAS Jember, Prof. Dr. M. Khusna Amal, S.Ag., M.Si., dalam arahannya menegaskan bahwa sosialisasi PMB tahun ini tidak bisa dilakukan dengan cara biasa. Ia mengingatkan adanya tren penurunan jumlah mahasiswa secara nasional, seiring semakin banyaknya pilihan PTN dan PTS serta kompetisi yang kian ketat.
“Tantangan kita nyata. Karena itu, ikhtiar harus lebih terukur,” ujarnya.
Untuk tahun akademik ini, UIN KHAS Jember menargetkan 3.300 mahasiswa baru. Bali menjadi salah satu wilayah strategis. Data tahun sebelumnya menunjukkan, dari Provinsi Bali tercatat 91 pendaftar, angka yang dinilai potensial untuk terus ditingkatkan. Apalagi, tren pendaftar secara umum menunjukkan kecenderungan naik.
Dalam konteks itu, Prof. Amal menekankan pentingnya strategi afirmatif, khususnya terkait Uang Kuliah Tunggal (UKT). Menurutnya, penawaran UKT perlu dirancang lebih menyasar kelompok ekonomi bawah, dengan mempertimbangkan kondisi pendapatan orang tua calon mahasiswa dari Bali.
“Selain keunggulan institusi, afirmasi UKT menjadi kunci agar akses pendidikan tinggi semakin inklusif,” katanya.
Strategi sosialisasi pun diarahkan tidak semata konvensional. Media sosial dipandang sebagai ruang nonkonvensional yang harus dioptimalkan, sementara sosialisasi tatap muka tetap dianggap penting sebagai sarana silaturahmi dan penguatan kepercayaan.
Arahan senada disampaikan Kepala Biro AUPK UIN KHAS Jember, Dr. H. Nawawi, M.Fil.I. Ia menegaskan bahwa pelepasan tim ini dilakukan secara formal dan institusional, bersamaan dengan pelepasan tim-tim sosialisasi lainnya.
Namun, tim Bali memiliki posisi khusus. “Tim yang berangkat ke Bali ini adalah tim percontohan, tim teladan,” ujarnya.
Di luar jalur formal, Dr. Nawawi juga menyebut adanya gerakan nonformal melalui tim-tim kecil yang melakukan pendekatan door to door ke madrasah. Pendekatan ini dinilai efektif untuk membangun komunikasi yang lebih personal dengan calon mahasiswa dan pihak sekolah.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada para senior yang terlibat langsung dalam tim sosialisasi Bali. Menurutnya, kehadiran para senior menjadi kekuatan tersendiri, sekaligus teladan bagi generasi berikutnya.
Pelepasan tim sosialisasi ini menegaskan satu pesan penting, yakni promosi perguruan tinggi bukan sekadar soal angka pendaftar, melainkan tentang membaca realitas sosial, membangun jejaring, dan menjaga komitmen agar pendidikan tinggi tetap dapat dijangkau oleh semua.
Penulis: Atiyatul Mawaddah
Editor: Munirotun Naimah



