UIN KHAS Jember Matangkan Strategi Sosialisasi PMB 2026, Warek I Dorong Eksekusi Cepat dan Terukur
Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember mulai memanaskan mesin penerimaan mahasiswa baru (PMB) 2026. Hal itu terlihat dalam Rapat Koordinasi Persiapan Tim Sosialisasi PMB 2026 yang digelar di Ruang Rapat Rektorat Lantai 1, Senin, 26 Januari 2026. Rapat yang dimulai pukul 13.00 WIB tersebut menjadi titik penting transisi dari tahap perencanaan menuju pelaksanaan lapangan.
Wakil Rektor I UIN KHAS Jember, Prof. Dr. M. Khusna Amal, S.Ag., M.Si., menegaskan bahwa rapat ini diharapkan menjadi rapat koordinasi terakhir sebelum seluruh tim bergerak melakukan sosialisasi secara langsung ke sekolah dan madrasah. Menurutnya, waktu yang tersedia semakin terbatas seiring mendekatnya bulan Ramadan, Hari Raya, serta agenda ujian akhir di tingkat sekolah menengah. “Kesempatan untuk masuk ke sekolah-sekolah tidak bisa ditunda. Setelah ini, kita harus melangkah ke tahap pelaksanaan,” ujarnya.
Dalam arahannya, Prof. Amal menekankan pentingnya desain sosialisasi PMB 2026 yang adaptif dan tidak lagi bertumpu pada pola konvensional. Tahun ini, UIN KHAS Jember mengombinasikan tim sosialisasi terintegrasi lintas fakultas dengan model sosialisasi otonom yang dijalankan masing-masing fakultas. Salah satu strategi yang disorot adalah pelaksanaan olimpiade tingkat sekolah sebagai pintu masuk pengenalan program studi, lengkap dengan insentif berupa tiket atau fasilitas khusus bagi para pemenang.
Rapat juga membahas pemetaan wilayah sosialisasi secara rinci, meliputi Jawa Timur, Madura, dan Bali. Setiap wilayah ditetapkan penanggung jawabnya, lengkap dengan target sekolah, durasi kegiatan, jumlah tim, hingga kebutuhan logistik dan anggaran. Prof. Amal menekankan bahwa pembagian tim harus bersifat kolaboratif, tidak berbasis satu fakultas semata, melainkan membawa seluruh wajah institusi yakni fakultas, program studi, hingga pascasarjana, dalam satu kesatuan narasi.
Selain itu, strategi pendekatan ke sekolah turut disesuaikan dengan kondisi lapangan. Sosialisasi tidak selalu harus dilakukan dengan mengumpulkan siswa di aula, tetapi dapat dilakukan secara lebih efektif melalui kunjungan kelas, interaksi singkat 10–15 menit, pembagian brosur, hingga kuis interaktif. Pendekatan ini dinilai lebih cepat menjangkau banyak sekolah dalam waktu terbatas, sekaligus lebih relevan dengan karakter siswa.
Dalam konteks jalur masuk, PMB 2026 tetap mengedepankan jalur nasional seperti SPAN-PTKIN dan UM-PTKIN, disusul jalur mandiri. Untuk jalur mandiri, UIN KHAS Jember menyiapkan kontak khusus sebagai kanal informasi awal bagi calon mahasiswa yang ingin melakukan penjajakan sejak dini. Seluruh aktivitas sosialisasi nantinya wajib dilaporkan secara terkoordinasi melalui tim sekretariat sebagai bahan evaluasi dan pengambilan kebijakan.
Rapat koordinasi ini juga menegaskan bahwa keberhasilan PMB 2026 bukan hanya tanggung jawab panitia, tetapi seluruh unsur kelembagaan. Fakultas, unit, lembaga, hingga jejaring alumni sekolah didorong untuk terlibat aktif, termasuk melalui optimalisasi media sosial sebagai ruang sosialisasi digital. Dengan langkah yang lebih sistematis, terukur, dan kolaboratif, UIN KHAS Jember menargetkan proses PMB 2026 berjalan lebih efektif, inklusif, dan responsif terhadap dinamika calon mahasiswa.
Penulis: Atiyatul Mawaddah
Editor: Munirotun Naimah



