info@uinkhas.ac.id (0331) 487550

UIN Gus Dur Pekalongan Studi Banding ke UIN KHAS Jember, Matangkan PORSI JAWARA 2026

Home >Berita >UIN Gus Dur Pekalongan Studi Banding ke UIN KHAS Jember, Matangkan PORSI JAWARA 2026
Diposting : Jumat, 23 Jan 2026, 16:52:20 | Dilihat : 219 kali
UIN Gus Dur Pekalongan Studi Banding ke UIN KHAS Jember, Matangkan PORSI JAWARA 2026


Humas - Universitas Islam Negeri Kiai Haji Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) Pekalongan melakukan studi banding ke Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember terkait pelaksanaan Pekan Olahraga, Seni, dan Ilmiah Jawa Madura (PORSI JAWARA), Jumat, 23 Januari 2026. Studi banding ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan UIN Gus Dur Pekalongan yang akan menjadi tuan rumah PORSI JAWARA 2026, setelah UIN KHAS Jember sukses menjadi penyelenggara pada 2023.

Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Dr. H. Hepni, S.Ag., M.M., CPEM., menyambut kegiatan ini sebagai bentuk kesinambungan antarperguruan tinggi keagamaan Islam negeri. Ia menegaskan bahwa kedekatan antarkampus tidak semata ditentukan oleh jarak geografis, melainkan oleh jejaring sejarah dan relasi sosial yang telah lama terbangun.

“Kita ini tidak hanya dekat secara wilayah, tetapi juga dekat secara batin dan sejarah. PORSI JAWARA menjadi ruang perjumpaan yang memperkuat persaudaraan antarkampus, sekaligus menguji kedewasaan kita dalam berkompetisi secara adil,” ujar Prof. Hepni.

Ia menambahkan, salah satu pembelajaran penting dari PORSI JAWARA 2023 adalah perubahan paradigma juara umum. Menurutnya, kemenangan sejati tidak selalu diukur dari jumlah medali, melainkan dari sportivitas, transparansi, dan keadilan dalam penyelenggaraan.

“Juara umum bukan tujuan utama. Yang lebih penting adalah fair play, netralitas juri, dan kepercayaan peserta. Di Jember, kami memastikan juri berasal dari luar kontingen peserta agar objektivitas benar-benar terjaga,” katanya.

Sementara itu, Rektor UIN Gus Dur Pekalongan, Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag., menyampaikan bahwa studi banding ini dilakukan untuk belajar langsung dari pengalaman empiris UIN KHAS Jember dalam mengelola PORSI JAWARA di tengah berbagai keterbatasan dan dinamika kebijakan.

“Kami datang untuk belajar mengelola PORSI JAWARA secara lebih matang. PORSI ini sempat mengalami stagnasi, dan Jember berhasil menghidupkannya kembali dengan wajah baru yang lebih terencana, lebih adil, dan lebih terbuka,” ujar Prof. Zaenal.

Ia menegaskan bahwa PORSI JAWARA 2026 di Pekalongan akan dirancang lebih awal agar setiap PTKIN memiliki waktu yang cukup untuk menyiapkan kontingen melalui seleksi internal. Menurutnya, kejelasan sejak awal merupakan kunci untuk menghindari persoalan teknis dan polemik di lapangan.

“Kami ingin memastikan bahwa PORSI JAWARA 2026 disiapkan sejak dini. Regulasi, cabang lomba, hingga skema pembiayaan harus jelas agar semua peserta merasa adil dan siap,” katanya.

Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) UIN KHAS Jember, Dr. H. Nawawi, M.Fil.I., dalam paparannya menyoroti sejumlah tantangan krusial saat pelaksanaan PORSI JAWARA 2023, terutama terkait waktu, anggaran, dan regulasi teknis.

“Pada 2023, kami menghadapi ketidakpastian jadwal dari pusat, sehingga persiapan menjadi tidak ideal. Ini berdampak pada kesiapan kontingen dan revisi anggaran yang harus dilakukan berulang kali,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya penetapan waktu pelaksanaan lebih awal agar penyusunan petunjuk teknis dan juknis dapat dilakukan secara matang. Selain itu, ia juga menyoroti pemanfaatan aplikasi berbasis teknologi informasi untuk mendukung transparansi dan citra profesional PTKIN.

“Kami ingin PORSI JAWARA tidak hanya sukses secara acara, tetapi juga menunjukkan bahwa PTKIN mampu menyelenggarakan event besar secara modern dan akuntabel,” kata Nawawi.

Wakil Rektor III UIN KHAS Jember, Dr. Khoirul Faizin, M.Ag., menambahkan bahwa PORSI JAWARA 2023 menjadi momentum konsolidasi besar, baik dari sisi konsep maupun identitas kegiatan. Ia menyebut, penguatan maskot, jingle, dan tata kelola menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem PORSI yang berkelanjutan.

“Kami belajar bahwa PORSI JAWARA bukan hanya soal lomba, tetapi juga soal manajemen event, komunikasi antarperguruan tinggi, dan penanganan komplain peserta secara profesional,” ujarnya.

Menurutnya, tema persaudaraan dan kebersamaan harus menjadi benang merah PORSI JAWARA ke depan. Kompetisi tetap penting, tetapi harus diletakkan dalam kerangka pembelajaran dan penguatan karakter mahasiswa.

Studi banding ini diharapkan menjadi pijakan strategis bagi UIN Gus Dur Pekalongan dalam menyelenggarakan PORSI JAWARA 2026, sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi antarkampus PTKIN berbasis sportivitas, transparansi, dan nilai kebersamaan.

Penulis: Atiyatul Mawaddah 
Editor: Munirotun Naimah 

;