info@uinkhas.ac.id (0331) 487550

Teliti Persaingan Bisnis Media di Era Digital, Praktisi dan Akademisi UIN KHAS Jember Raih Doktor

Home >Berita >Teliti Persaingan Bisnis Media di Era Digital, Praktisi dan Akademisi UIN KHAS Jember Raih Doktor
Diposting : Kamis, 25 Jan 2024, 10:53:21 | Dilihat : 1312 kali
Teliti Persaingan Bisnis Media di Era Digital, Praktisi dan Akademisi UIN KHAS Jember Raih Doktor


Humas - Abdul Choliq Baya meraih gelar Doktor usai mempertahankan Disertasinya dalam ujian terbuka pada Program Studi (Prodi) Ilmu Administrasi FISIP Universitas Jember, Rabu (24/01).

Persaingan bisnis media cetak menghadapi era digital menjadi fokus penelitian disertasi Choliq yang juga Direktur Jawa Pos Radar Jember (JPRJ). Adapun obyek yang diteliti oleh praktisi sekaligus akademisi ini berkaitan langsung dengan perusahaan media JPRJ yang dikelolanya. Terutama menyangkut strategi bersaing yang dilakukan JPRJ di era disrupsi digital. 

Beberapa tantangan dan persaingan yang harus dihadapi oleh pengelola media cetak di era digital saat ini. Di antaranya persaingan bisnis media yang semakin ketat di era digital dan yang lebih parah lagi yaitu keberadaan media cetak yang semakin terpinggirkan. Bahkan, sudah tak terhitung jumlah media cetak yang kolaps karena ditinggalkan pembacanya. Banyak pelanggannya yang beralih ke media digital berbasis internet yang mudah diakses, dan media digital juga tergolong murah, praktis serta lebih variatif isinya

“Kalau pengelola media cetak tidak mampu menaklukkan tantangan itu, tentunya akan tergilas oleh perkembangan zaman,” tandas Dosen Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember.

Dosen Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN KHAS Jember yang hampir 30 tahun menjadi praktisi media di Jawa Pos ini mengatakan, Saat ini perusahaan media cetak mengalami tantangan yang sangat dahsyat. Persaingan bisnis yang terjadi dalam berebut pembaca dan kue iklan tidak hanya dengan sesama media cetak, tapi juga dengan media online dan media sosial. Bahkan, untuk mempertahankan hidupnya, beberapa perusahaan media cetak ada yang menjelma menjadi media online. Ada pula yang berkonvergensi dengan berbagai platform media baru sehingga menjadi perusahaan media multiplatform.     

Dalam disertasinya, Choliq fokus meneliti kebijakan manajemen bernama ASSSIC (Accurate, Solid, Speed, Smart, Innovative, Commitment) yang diterapkan JPRJ dalam menghadapi persaingan bisnis agar tetap eksis. Kebijakan manajemen itu secara implementatif memunculkan dua inovasi. Yaitu, inovasi internal bernama ASSSIC-RJ dalam bentuk aplikasi digital yang dijadikan sistem informasi manajemen (SIM) sebagai acuan kinerja karyawan.

Melalui aplikasi ASSSIC-RJ, kinerja karyawan menjadi terukur. Bahkan, pekerjaan tidak harus dilakukan di kantor tapi bisa dari mana saja. “Melalui aplikasi ASSSIC-RJ, kinerja karyawan menjadi efektif dan efisien,” tandas Choliq yang juga mantan direktur Jawa Pos Radar Mojokerto dan Radar Banyuwangi.

Kebijakan manajemen ASSSIC juga menelorkan banyak inovasi produk (eksternal) untuk menghadapi persaingan dengan media lain. Inovasi yang telah dilakukan JPRJ antara lain membuat koran di atas awan, yaitu di puncak Gunung Bromo atau dikenal B-29 Lumajang yang berada di ketinggian 2900 mdpl. Juga membuat gebrakan “koran bisa bicara” (menampilkan komentar dalam bentuk rekaman video dari para tokoh) melalui teknologi augmented reality (AR). Caranya cukup dengan mengarahkan kamera HP ke gambar tokoh yang ada di koran, langsung muncul video.

Selain itu, masih banyak produk inovasi lainnya yang ditelorkan oleh masing-masing divisi maupun hasil kolaborasi antardivisi yang ada di JPRJ. Misalnya, supaya tidak kalah dengan produk media elektronik, media online maupun media sosial, JPRJ melahirkan produk e-paper, e-koran, aplikasi even virtual zona-expo, view paper dan magazine style. Termasuk, tampilan berita di koran yang disertai dengan barcode berisi tayangan video liputan. Pembaca cukup memindai barcode yang disertakan di koran sudah bisa melihat liputan livenya sebagaimana berita di televisi.

Berbagai macam strategi bersaing dalam bentuk inovasi manajemen dan inovasi produk itu yang menjadikan JPRJ masih bisa eksis menghadapi era disrupsi digital saat ini. Termasuk, juga melakukan konvergensi (penggabungan) dengan platform media baru seperti media online dan berbagai macam media sosial. Sehingga JPRJ sekarang sudah berubah menjadi media multiplatform dengan tetap mempertahankan keberadaan media cetak sebagai core bisnisnya.

“Setelah menerapkan kebijkan manajemen ASSSIC itu pula di tahun 2021 JPRJ dinobatkan sebagai perusahaan dengan performa terbaik di antara 19 perusahaan dalam grup Jawa Pos Radar kategori AA,” papar bapak tiga anak yang kini sudah memasuki usia 56 tahun.

Menurutnya, strategi bersaing yang dilakukan oleh JPRJ juga masih banyak kelemahan yang harus dibenahi. Sarannya, untuk memperkuat persaingan bisnis media, JPRJ harus terus melakukan peningkatan kualitas konten dan layanan. Selain itu, mengembangkan strategi pemasaran yang efektif untuk menjangkau lebih banyak pembaca. Terakhir, membangun keunggulan kompetitif yang unik untuk membedakan dengan media lain.

Penulis: Munirotun Naimah

Editor: Moh Nor Afandi

;