info@uinkhas.ac.id (0331) 487550

Suasana Ramah Tamah Antar Carek, Gambarkan Masa Depan UIN KHAS Jember yang Berkualitas

Home >Berita >Suasana Ramah Tamah Antar Carek, Gambarkan Masa Depan UIN KHAS Jember yang Berkualitas
Diposting : Rabu, 02 Aug 2023, 07:10:25 | Dilihat : 2021 kali
Suasana Ramah Tamah Antar Carek, Gambarkan Masa Depan UIN KHAS Jember yang Berkualitas


Humas - Bak pribahasa berdiri sama tinggi, duduk sama rata. Demikian gambaran suasana yang terlihat saat ramah tamah para calon rektor UIN KHAS Jember yang berlangsung di Java Lotus Hotel Jember pada Selasa, 1 Agustus 2023 tadi malam.

Berdasarkan pantauan jurnalis Humas di lokasi, pertemuan itu dihadiri oleh sejumlah pejabat penting UIN KHAS Jember. Mulai dari rektor, senat, kepala biro AUPK, Dharma Wanita Persatuan, Kepala Pusat Data dan Informasi Kelembagaan, dan Ketua Panitia Penjaringan Carek.

Mereka semua melebur, seperti ingin memperlihatkan bahwa pemilihan carek bukan alasan untuk berhenti merajut benang soliditas menjadi produk percontohan yang diidamkan banyak pihak. 

Tidak seorangpun carek yang nampak unggul dalam kesempatan itu, carek-carek terlihat sangat akrab. Satu sama lain saling bercerita, dan sesekali menikmati suguhan cerita yang memantik tawa.

Misalnya, sebagaimana cerita lucu Kepala Biro AUPK UIN KHAS Jember, Dr. Nawawi menuturkan, pertemuan antar carek ini, jangan sampai menjadi ajang saling mendoakan. Akibatnya, tidak akan ada yang memenangkan. "Semoga diberikan kelancaran dan kemenangan," terang Kabiro berkelakar menyontohkan carek mendoakan lawan-lawannya.

Guyonan Dr. Nawawi itu, seketika meledakkan tawa para carek dan pejabat lain yang hadir. "Jangan sampai itu terjadi," imbuhnya.

Meski sekilas terdengar tidak serius, Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Dr. Babun Suharto menimpali, ciri-ciri pertemuan berkualitas itu biasanya menggembirakan. Kendati demikian, juga tidak lantas mengaburkan semangat dalam berkompetisi.

Justru, kata Prof. Babun, penyampaian yang tenang dan sesekali dibumbui komedi, akan menambah harmoni dalam berkompetisi. Soal perbedaan bukan hal yang penting untuk dirawat, melainkan kesamaan cita-cita menjadikan kampus lebih baik yang layak dicatat. "Ini malahan bisa menjadi momentum bersejarah," imbuhnya.

Prof. Babun mendefinisikan, sebagian dari tujuan kompetisi, adalah mengenali dan menguji kemampuan individu dalam menjawab pelbagai tantangan. Terlebih tantangan dalam merespon semangat yang berbeda tetapi dengan tujuan sama. "Ini terdengar mudah, tetapi sulit," ungkapnya.

Lebih jelas, ungkap Prof. Babun, jika memaknai Pilcarek sebagai ajang mencapai titik kekuasaan. Maka tidak sama sekali penting dari keberhasilan mencapai kekuasaan, tetapi mengenyampingkan keharmonisan.

"Rawat silaturahim, siapapun yang terpilih nanti tetaplah bersama-sama memajukan kampus UIN KHAS Jember," pungkasnya.

Menyadari pertemuan itu berlangsung pada malam bulan Muharram, Ketua Senat UIN KHAS Jember, Prof. Dr. Abdul Halim Soebahar pun bersatire, ramah tamah para carek yang berlangsung hingga larut malam itu seperti tengah mengulang kisah kaum Muhajirin dan Anshar. 

Meski sering berbeda faham dan keinginan, tetapi mereka kerap bergandengan tangan menampilkan persatuan dan kesatuan.

"Ini (ramah tamah Carek), seperti mengingatkan kisah Shahrul Islah," jelasnya menyimpulkan suasana.

Sebagai catatan Prof. Halim, kedelapan carek yang berkasnya kini tengah dibahas secara tertutup pada rapat pemberian pertimbangan kualitatif oleh senat itu, merupakan kekayaan sumberdaya manusia terbaik yang dimiliki UIN KHAS Jember.

Prof. Halim mengakui, untuk mencapai puncak gelar Guru Besar saja, membutuhkan proses panjang yang amat berliku. Hal itu menegaskan, bahwa kedelapan carek itu benar-benar terbaik yang sesuai dengan keahliannya masing-masing.

"Semoga proses ini berjalan kondusif, sampai nanti diumumkan oleh Gus Menteri," tutup Prof. Halim seraya berharap.

Sebagai informasi, pertemuan yang dikemas dengan ramah tamah itu rencananya dihadiri Wakil Bupati Jember, Gus Firjaun. Tetapi, putra bungsu Kiai Haji Achmad Siddiq itu tidak bisa hadir karena mendadak menghadiri rapat di Jakarta.

Meski demikian, ramah tamah tetap berlangsung khidmat, diakhiri pengambilan gambar bergandengan tangan antar carek, didampingi pejabat lain yang hadir. 

 

Penulis: Dahlan Nur Busri 

;