Meriahkan Peringatan HSN 2023, UIN KHAS Jember Rilis Rangkaian Kegiatan dalam Sepekan
Humas - Sejak tahun 2015 lalu, 22 Oktober ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional (HSN). Hampir setiap kalangan akhirnya turut memperingati, terlebih lembaga pendidikan dengan latar belakang pendidikan Islam.
Seperti yang dilakukan warga kampus Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq UIN KHAS Jember. Baru-baru ini, merilis rangkaian kegiatan peringatan HSN 2023 dengan tema 'Jihad Santri Jayakan Negeri', berderet dalam daftra selama sepekan.
Berdasarkan surat edaran yang ditandatangani Kepala Biro Administrasi Umum Perencanaan dan Keuangan UIN KHAS Jember, Dr. Nawawi menjelaskan, rangkaian peringatan dimulai sejak 13 Oktober lalu. Sejak saat itu, peringatan HSN 2023 dimulai dengan Nonton Bareng Film Santri.
Kegiatan itu disemarakkan oleh Ma'had Al Jamiah UIN KHAS Jember, melibatkan ratusan Mahasantri santri, ustadz-ustadzah, pengurus, serta pengasuh yang bahkan saat itu nampak duduk di barisan terdepan untuk menyemangati.
Setalah itu, disusul nanti pada tanggal 19 Oktober 2023, UIN KHAS Jember melalui Ma'had Al Jamiah, menyelenggarakan penampilan kreatifitas atau karya seni dari unsur Mahasantri. Pertunjukan ini, akan digelar di Auditorium Lama UIN KHAS Jember sejak pukul 19.00 WIB.
Tidak lama setelahnya, tepatnya pada tanggal 21 Oktober 2023, UIN KHAS Jember menghadirkan Majelis Dzikrul Ghofilin dibawah pimpinan Gus Thuba Topo Broto Maneges, dia merupakan Cucu dari Gus Miek yang masyhur di kalangan Nahdiyyin sebagai sebagai seorang Mursyid Tariqah. Tidak heran jika kemudian dikemas dengan Moloekatan, berasal dari bahasa Kuno yang artinya Tariqah Sederhana. Nantinya, Moloekatan atau Semaan Al Qur'an ini akan selenggarakan di Lapangan Gedung FTIK.
Lebih lanjut, sebagaimana tahun sebelumnya, 22 Oktober, selalu diperingati dengan kegiatan Apel. Biasanya seluruh warga kampus, mulai dari Mahasiswa, Tendik, dan Dosen berkumpul di Lapangan Imam Nahrowi, mulai pukul 7.00 WIB pagi sampai dengan selesai.
Untuk ketentuan dresscode, seluruh warga kampus kembali diwajibkan berbusana khas santri.
Bagi laki-laki mengenakan peci hitam dengan bawahan Sarung dan atasan putih. Sementara bagi perempuan, mengenakan kemeja putih, dengan bawahan rok panjang menyesuaikan.
Tidak berhenti disitu. Keesokannya, atau 23 Oktober nanti, terdapat dua segmen yang akan dilaksanakan pada siang hari. Yakni Kirab Santri dan Expo Kemandirian Santri.
Untuk pelaksanaan Kirab Santri, titik keberangkatan dan kedatangan ditetapkan di persimpangan segitiga halaman kampus. Sementara Expo Kemandirian Santri, akan dilangsungkan di Halaman Gedung FTIK. Dua kegiatan tersebut, sama-sama dimulai pada pukul 7.00 WIB.
Menariknya, dari dua kegiatan ini tidak hanya dihadiri warga kampus. Melainkan juga akan diikuti dan diramaikan oleh Pesantren-pesantren sekitar kampus, serta Pesantren penerima program inkubasi Kemenag.
Paripurna dari rangkaian kegiatan peringatan HSN dalam sepekan itu, akan ditutup dengan Dibaiyah Kubro dan Nasihat Kesantrian atau yang dikemas dengan Malam Puncak. Alasannya, karena kegiatan tersebut akan berlangsung pada malam hari di tanggal 23 Oktober, tepatnya pukul 18.00 WIB.
Penulis: Dahlan Nur Busri
Editor: Moh Nor Afandi




.jpeg)