info@uinkhas.ac.id (0331) 487550

Kini Resmi Kerjasama, Kepala SMAN 1 Tanggul Potong Persepsi ‘Siswa SMAN Tidak Bisa Kuliah di UIN’

Home >Berita >Kini Resmi Kerjasama, Kepala SMAN 1 Tanggul Potong Persepsi ‘Siswa SMAN Tidak Bisa Kuliah di UIN’
Diposting : Kamis, 29 Feb 2024, 22:08:01 | Dilihat : 2101 kali
Kini Resmi Kerjasama, Kepala SMAN 1 Tanggul Potong Persepsi ‘Siswa SMAN Tidak Bisa Kuliah di UIN’


Humas – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Tanggul, akhirnya resmi menjalin kerjasama tertulis dengan Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember.

Kepala SMAN 1 Tanggul, Muhammad Lutfi Helmi membeberkan, bahwa selama ini muncul 'persepsi miring' yang menyebutkan bahwa siswa SMAN tidak bisa melanjutkan studi di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).

“Memang persepsi siswa SMAN tidak bisa kuliah di UIN itu cukup berkembang,” ungkap pria yang akrab disapa Helmi itu kepada Jurnalis Humas, di Rektorat UIN KHAS Jember, kemarin.

Sebagian siswa SMAN mengaggap, PTKIN atau UIN hanya dikhususkan untuk siswa lulusan Aliyah atau Pondok Pesantren saja. Padahal, faktanya siswa SMAN sangat berpeluang, bahkan ditunggu kesediaannya untuk melanjutkan studi pendidikan tinggi di PTKIN. Khususnya di UIN KHAS Jember.

Apalagi, imbuh Helmi, SMAN 1 Tanggul misalnya, secara geografis berkesempatan besar untuk melanjutkan studinya di UIN KHAS Jember. Belum lagi secara antropologi, masyarakat dengan corak ‘Madura-an’ yang amat dikenal kuat disiplin ilmu agama itu juga sangat cocok melanjutkan studi di UIN KHAS Jember.  

Singkat cerita, untuk memotong persepsi tersebut, Helmi akhirnya mengajak sejumlah siswanya berkunjung ke UIN KHAS Jember, sebagaimana telah mereka lakukan yakni "SMAN 1 Tanggul  ‘Goes To Campus’  UIN KHAS Jember" pada 7 Februari lalu.

Program terobosan di SMAN 1 Tanggul itu disebut Helmi, kentara telah mencerahkan siswa SMAN berkaitan dengan persepsi itu.

Goes To Campus, jawaban langsung atas persepsi itu. Selain juga kami harapkan dapat membantu mengarahkan serta membekali peserta didik kami dalam memilih fokus program studi sejak di sekolah,” terangnya.

Saat Goes To Campus UIN KHAS Jember kala itu, Alih-alih mengabaikan, Alumni S1 UNEJ Prodi Pendidikan Fisika itu justeru mengaku sempat terbesit untuk menjalin kerjasama tertulis.

Tak lama kemudian, apa yang ia pikirkan semakin menguat. Usai Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama UIN KHAS Jember, Dr. Khoirul Faizin, melalui sambutannya menyampaikan bahwa UIN KHAS Jember tidak tebang pilih dalam hal menjalin kerjasama dengan lembaga pendidikan manapun.

Bagi Helmi, pernyataan tersebut merupakan kabar baik. Hingga 2 pekan kemudian, ia bersama Timnya menemui, Dr. Khoirul Faizin, Warek 3 UIN KHAS Jember, untuk menindaklanjuti pernyataan tersebut.

“Bapak Warek secara verbal membuka peluang kerjasama, kami tangkap ini sebagai kesempatan,” ucap Helmi.

Berdasarakan pantauan Jurnalis Humas, rombongan SMAN 1 Tanggul itu tiba di Ruang Kerja Warek 3 UIN KHAS Jember sekitar pukul 9.30 WIB. Selasa, 27 Februari 2024.

Setelah berbincang cukup lama, orang nomor satu di SMAN 1 Tanggul itu mewakili lembaganya membubuhkan tandatangan kesepakatan antara SMAN 1 Tanggul dan UIN KHAS Jember ke dalam draft Memorandum Of Agreement (MoA).

Adapun point-poin kerjasama tersebut di antaranya, terjemahan kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka, pengabdian, dan penelitian.

Selain poin yang disebutkan, Helmi berharap, agar Alumni SMAN 1 Tanggul yang hendak melanjutkan studi di UIN KHAS Jember diberikan akses khusus yang memudahkan. Baik secara administrasi, dan terlebih soal program beasiswa.

“Bantu biar lebih mudah,” pungkasnya sembari tersenyum lepas.

Berita sebelumnya, Khoirul Faizin merespon persepsi siswa SMAN tidak bisa melanjutkan studi di PTKIN merupakan fenomena yang janggal. Meski begitu, dia menduga, bahwa jangan-jangan PTKIN selama ini belum maksimal dalam melakukan sosialisasi.

“Bukan siswa SMAN 1 Tanggul saja yang melaporkan, SMAN lain juga mengaku begitu. Tetapi, saat ini kami bersyukur akhirnya sudah mulai dipahami oleh adik-adik siswa usai Goes to Campus lalu,” pungkasnya.

 

Pewarta: Dahlan Nur Busri

Editor: Munirotun Naimah

;