Kemeriahan Peringatan HSN di UIN KHAS Jember, Mahasiswa dan Dosen Berkirab Mengenakaan Sarung
Humas - Beruntung pagi itu cerah, ratusan mahasiswa berpakaian serba putih sudah teratur dan berbaris rapi di depan pintu gerbang Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember untuk memperingati Hari Santri Nasional (HSN). Senin, 23 Oktober 2023 kemarin.
Kebanyakan dari mereka memegang bendera merah putih berukuran sedang, dan beberapa lainnya membentangkan banner bertuliskan 'Karnaval Santri UIN KHAS Jember Memperingati Hari Santri Nasional tahun 2023'.
Nampaknya, mereka sudah bersiap untuk memutari kampus. Sebagaimana rute yang disebarkan sebelumnya, mereka akan berjalan kaki ke arah Utara menuju Jalan Raya Gajah Mada atau Jalan Nasional III, lalu ke kiri di Perempatan Mangli, hingga nanti muncul dari arah Barat Jl. Mataram dan berhenti di depan Gedung FTIK UIN KHAS Jember.
Tepat sekitar pukul 7.00 WIB, Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Dr. Hepni, S.Ag., M.M., CPEM, memegang kendali mengawali kegiatan pagi itu dengan sambutan dan Doa. Setelah itu, sirine mobil patroli dan pengawal (Patwal) Kepolisian Sektor Kaliwates dibunyikan, hal itu menandai Kirab Santri itu benar-benar telah dimulai.
Akhirnya, mobil Patwal itu pelan-pelan beranjak lebih dulu, diikuti mobil pickup bermuatan sound sistem atau pengeras suara, lalu disusul peserta kirab.
Rektor, Wakil Rektor, Kepala Biro AUPK, Dekan, Wakil Dekan, berada di barisan peserta terdepan. Diikuti lainnya, mulai dari Dosen, Dharma Wanita Persatuan, hingga Mahasantri.
Mengamati kegiatan konvoi bersarung sejauh 7 Kilometer itu, kemeriahan tak terhindari ketika Mars Hari Santri Nasional diputarkan. Bahkan tak canggung, di antara barisan peserta-peserta itu bersorak-sorai meneriakkan tema HSN 2023 'Jihad Santri-Jayakan Negeri'.
Meski jauh berjalan kaki, wajah-wajah peserta kirab itu masih terlihat bergembira. Langkah kaki mereka juga seperti telah terlatih sempurna mengiringi beat lagu HSN yang penuh semangat. Tidak heran, jika tak satupun peserta yang mundur, apalagi cidera.
Singkatnya, sedari garis start hingga finish, setidaknya mereka telah berjalan kaki selama kurang lebih 4 Jam. Selang beberapa menit kemudian, beberapa wartawan terlihat menunggu di Gedung Perpustakaan bersiap mendengarkan statement dari Prof. Hepni, sapaan akrab Rektor UIN KHAS Jember yang baru dilantik empat hari lalu itu.
Banyak hal yang wartawan-wartawan tanyakan, salah satunya soal makna busana yang dikenakan. Kala itu, para peserta kirab, termasuk rektor beserta jajarannya sedang mengenakan sarung.
Menurut Prof. Hepni, selain sedang mengenang jasa para santri pahlawan kemerdekaan Indonesia sebagaimana peristiwa resolusi jihad 1945. Bawahan sarung khas santri yang dikenakan saat kirab itu memancarkan makna dan arti kesederhanaan.
Kendatipun sederhana, mengenakan sarung tidak lantas mengurangi kehormatan dan kewibawaan santri. Alih-alih, Prof. Hepni malah mengaku nyaman mengenakan sarung saat sedang bekerja di Kampus.
"11 Bulan memakai celana saat bekerja, kepingin lah sekali-kali (mengenakan sarung)," ucapnya sembari bernostalgia dengan masa lalunya di Pondok Pesantren.
Tak kalah penting, imbuh Prof. Hepni saat diwawancarai, bahwa sarung hanya bagian terluar yang paling mudah digambarkan saat mengulas peradaban santri.
Lebih dari sekedar yang nampak itu, kata Prof. Hepni adalah meniru atau meneladani, karakter dan watak peradaban kesantrian itu sendiri. Yakni, kesederhanaan, keikhlasan, kemandirian, keakraban, dan demokratisasi.
"Yang paling substantif dan utama adalah meniru karakter dan watak peradaban santri," pungkasnya.
Sebagai informasi, tanggal 22 Oktober ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional, hal itu berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015.
Memperingati peristiwa bersejarah itu, UIN KHAS Jember pekan lalu merilis daftar kegiatan, antara lain yaitu Expo atau Bazar, Nonton Film Santri, Semaan Al Qur'an, Wajib Hadir Upacara Peringatan HSN pada tanggal 22 Oktober, hingga Kirab Santri.
Expo atau Bazar, merupakan rangkaian paling panjang dalam kegiatan ini. Ikhwal, senada dengan 7 program prioritas Kementerian Agama Republik Indonesia dalam meningkatkan Kemandirian Pesantren di berbagai daerah.
Penulis: Intan Permatasari
Editor: Dahlan Nur Busri




.jpeg)