info@uinkhas.ac.id (0331) 487550

Itjen dan DWP Kemenag RI Gelar Pelatihan, Ketua DWP UIN KHAS Jember: Ini Jadi Bekal Pengabdian Kami

Home >Berita >Itjen dan DWP Kemenag RI Gelar Pelatihan, Ketua DWP UIN KHAS Jember: Ini Jadi Bekal Pengabdian Kami
Diposting : Sabtu, 04 Nov 2023, 11:29:20 | Dilihat : 802 kali
Itjen dan DWP Kemenag RI Gelar Pelatihan, Ketua DWP UIN KHAS Jember: Ini Jadi Bekal Pengabdian Kami


HUMAS -  Untuk membangun ekosistem budaya persatuan yang terampil dan berintegritas di lingkungan Kementerian Agama, Inspektorat Jenderal Kementerian Agama bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag terus memperkuat melalui pelatihan dan praktik.

Salah satunya, melalui kegiatan Training of Trainer (ToT) bersama aktivis Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) Indonesia yang berlangsung di di Harris Hotel and Convention Kelapa Gading, Jakarta Utara. 26-28 Oktober 2023 pekan lalu.

Ketua DWP Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, Luluk Shultoniyah, turut hadir dalam kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan dengan tema ‘Kusemai Nilai’ ini mengulas soal nilai-nilai paling dasar, nilai-nilai inti ASN yang berakhlak, serta nilai-nilai antikorupsi untuk memperkuat integritas di lingkungan Kemenag itu sendiri.

Selain sebagai program Kemenag, istri Rektor UIN KHAS Jember itu menambahkan, program penguatan nilai ASN yang diikutinya itu, bukan sekedar formula dan cara kerja seremonial belaka.

Melainkan juga sebagai bekal pokok, untuk mengiringi perjalanannya sebagai bagian dari abdi negara dan pelayanan umat.

“Tentu ini bekal yang sangat berharga,” terang Luluk saat dikonfirmasi kontributor Humas.

Untuk diketahui, pelaksanaan ToT tahap kedua tahun 2023 ini, diikuti oleh ibu-ibu DWP dari berbagai satuan kerja (Satker) di lingkungan Kementerian Agama RI.

Mulai dari Pegawai Kemenag, Pengurus DWP Kemenag, Pengurus DWP Itjen, Perwakilan DWP PTKN, serta perwakilan satuan kerja lainnya.

Ketua Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama RI, Eny Retno Yaqut, dalam pidatonya mengingatkan, bahwa peran media sosial untuk mengedukasi, dan berbagi kiat-kiat pencegahan korupsi kentara sangat mudah dilakukan. Serta, penting untuk terus mengevaluasi, untuk melahirkan program unggulan lain nanti.

“Media sosial sebagai alat menyebarkan informasi positif sangat mudah dilakukan,” terang Istri Gus Men itu.

“Tetapi juga penting untuk dievaluasi, agar program unggulan lain juga bisa kita luncurkan,” imbuhnya.

Selain itu, Inspektur Jenderal Kementerian Agama, yang diwakili oleh Plt. Sekretaris Itjen, Kastolan, menyatakan mendukung terhadap program ini sebagai salah satu langkah awal untuk sistem peringatan dini, mitigasi, dan upaya pengawasan.

 

Penulis: Dahlan Nur Busri

Editor: Moh Nor Afadni

;