info@uinkhas.ac.id (0331) 487550

Gudang Petasan di Thailand Meledak, Mahasiswa KKN UIN KHAS Jember Berjibaku Bantu Para Korban

Home >Berita >Gudang Petasan di Thailand Meledak, Mahasiswa KKN UIN KHAS Jember Berjibaku Bantu Para Korban
Diposting : Jumat, 11 Aug 2023, 18:52:33 | Dilihat : 1355 kali
Gudang Petasan di Thailand Meledak, Mahasiswa KKN UIN KHAS Jember Berjibaku Bantu Para Korban


Humas – Dua pekan yang lalu, gudang berisi petasan kembang api meledak di distrik Sungai Kolok, Provinsi Narathiwat, Thailand Selatan. Peristiwa nahas itu diduga disebabkan oleh kegiatan pengelasan saat pekerjaan konstruksi di gedung tersebut, dikutip dari VOA Indonesia pada Ahad, 29 Juli 2023 lalu.

Saat insiden buruk itu terjadi, Fianqa Romadhoni, Mahasiswi Uninversitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember mengaku panik. Sebab, suara dentuman keras itu jelas terdengar hingga ke tempat dirinya melangsungkan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Waeng, Provinsi Narathiwat, Thailand Selatan.

Padahal, kata Fianqa, jarak antara tempatnya mengabdi dan titik ledakan tersebut terpaut cukup jauh. Dia menaksir, kurang lebih 40 sampai 45 kilometer. “Panik, karena suara ledakan itu seperti sangat dekat,” jelas Fianqa saat dikonfirmasi Jurnalis Humas melalui saluran telepon pada Jum’at, 11 Agustus 2023.

Meski sempat panik dan gemetar, Fianqa yang saat itu bersama satu rekan mahasiswa KKN asal Universitas Jember itu mengaku penasaran. Sembari keluar dari kamar tempat dia tinggal, Fianqa pun bergegas mencari tau sumber ledakan tersebut pada rekan se asramanya.

Beberapa hari setelah Mahasiswi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN KHAS Jember itu mengetahui, ledakan itu ternyata menelan banyak korban. Lanjut Fianqa bercertia, ia lantas merasa terdesak bak tak sabar ingin tau, bahkan justru berharap bisa turut membantu.

“Untungnya, saya kemudian diajak berkolaborsai oleh Guru dan beberapa tokoh disini (di Waeng), dan rapat untuk mengunjungi para korban,” jelas Fianqa bercerita kepada Jurnalis Humas.

Tiga hari setelah rapat, pada 4 Agutusus 2023 lalu, Fianqa bersama sejumlah pengajar lokal dan muridnya di Seuksasart Islam School akhirnya tiba berkunjung ke beberapa rumah korban.

Rombongan Fianqa, didampingi petugas lembaga sosial ‘Yayasan Amirul Mu’minin’ itu, bergantian ke rumah-rumah untuk bertegur sapa dengan para korban. Sembari menyerahkan bantuan yang disiapkan, mulai dari makanan pokok, pakaian, air mineral, diapers, susu untuk balita, dan kebutuhan lainnya.  

Fianqa menyebut, di sekitar pusat ledakan, rumah-rumah warga luluhlantak. Bahkan, sampai di radius 3 kilometer puing-puing rumah warga juga terlihat berserakan. Mengutip pernyataan Gubernur Narathiwat, Sanan Pongaksorn, kepada kantor berita AFP, peristiwa tersebut telah merenggut nyawa sembilan orang, dan 115 orang luka-luka.

Menurut Fianqa, di samping ada rasa kemanusiaan, aksi sosial yang dilakukannya juga menjadi bagian dari tugas tridharma perguruan tinggi. Yakni, pendidikan, penelitian, dan pengabdian.

Meski begitu, rasa peduli perempuan asal Maesan Bondowoso itu bukan semata-mata berharap nilai akademik yang tinggi, alih-alih justru menjawab sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. “Tanpa embel-embel apapun, saya pure merasa terpanggil untuk membantu,” tukas Fianqa.

Kendati baru dimuat, Kepala Pusat Pengabdian UIN KHAS Jember, Dr. Zainal Ansori saat dikonfirmasi menyebut, Fianqa itu sejak awal memang mahasiswa yang cukup dikenal aktif bersosial dan ceplas-ceplos. Sejak diantarkannya ke Thailand pada 4 Juli lalu, Fianqa melalui kemampuan bahasa inggrisnya tidak segan untuk memulai komunikasi dengan masyarakat setempat.

Pria yang akrab dipanggil Dr. Ansori itu berpesan, memang seyogyanya mahasiswa yang disebar melalui program KKN itu berlatih, baik aspek sosial, budaya, pendidikan, ekonomi dan lain-lain. “Kami bangga, semoga mahasiswa UIN KHAS Jember semakin ikhlas mewakafkan jiwa raganya untuk tolong menolong dalam hal kebaikan,” tutupnya berharap.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama UIN KHAS Jember, Prof. Dr. Hepni mengapresiasi, kepedulian mahasiswa terhadap kemanusiaan, menjadi sumbangsih yang tak terhingga bagi kampus. Kerja-kerja sosial tidak mudah, butuh kepekaan, keuletan, kesabaran dan keikhlasan.

Prof. Hepni berpesan, investasi sosial kerap menandai kesuksesan seseorang. Semakin berkualitas sosial seseorang, akan semakin tinggi dan mahal nilainya dimata masyarakat. “Selamat berjuang, terus kibaskan kebaikan-kebaikan dan ilmu yang telah diperoleh dari kampus kepada masyarakat luas,” pungkasnya. (humas/dnb)

;