info@uinkhas.ac.id (0331) 487550

Gagas Klinik Kampus Jadi Rumah Sakit, Kadis Kesehatan Jember Malah Desak Agar Segera Realisasi

Home >Berita >Gagas Klinik Kampus Jadi Rumah Sakit, Kadis Kesehatan Jember Malah Desak Agar Segera Realisasi
Diposting : Rabu, 18 Oct 2023, 00:06:43 | Dilihat : 1222 kali
Gagas Klinik Kampus Jadi Rumah Sakit, Kadis Kesehatan Jember Malah Desak Agar Segera Realisasi


Humas - Rektor Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, Profesor Babun Suharto, mendorong terjadinya peningkatan pelayanan kesehatan dari Klinik menjadi Rumah Sakit UIN KHAS Jember.

Hal itu disampaikan Prof. Babun, sapaan akrab Rektor UIN KHAS Jember saat membuka kegiatan Forum Group Discussion tentang Pencegahan Penyalahgunaan Obat Ilegal di Lantai Dua GKT. Selasa, 17 Oktober 2023, kemarin.

Menurutnya, peningkatan layanan kesehatan dari Klinik menjadi Rumah Sakit itu penting. Di samping nanti menambah faktor perolehan atau Income Badan Layanan Umum kampus, juga sangat berarti bagi warga kampus dan masyarakat sekitar.

Apalagi, keberadaan Rumah Sakit di Kabupaten Jember terbilang sedikit, dan masih banyak dibutuhkan. "Jember masih butuh penambahan layanan Kesehatan Rumah sakit," ungkapnya kepada Peserta FGD.

Menindaklanjuti hal itu, Prof. Babun seketika menugaskan Kepala Biro AUPK untuk segera menyusun tim dan menunjuk konsultan. Selain Kepala Biro AUPK, ia juga menunjuk kepala SPI untuk menaksir anggaran yang dibutuhkan.

Kelakarnya, kendati nanti telah dibangun, ia enggan dan menolak untuk menjadi orang pertama yang dirawat. "Biar yang lain saja dulu," cetusnya disambut tawa peserta FGD.

Gaya kepemimpinan Prof. Babun yang dikenal mendadak tapi pasti itu seketika direspon oleh dr. Hendro Soelistijono selaku Kepala Dinas Kesehatan Jember.

Memperkuat pernyataan Prof. Babun, dr. Hendro menjelaskan, secara populasi, UIN KHAS Jember diakui persis seperti sarang penduduk dari berbagai penjuru.

Secara gamblang, Kadis Kesehatan Jember itu mendukung pernyataan rektor atas rencana pendirian rumah sakit. Bahkan, ia mendesak agar segera direalisasikan.

Untuk diketahui, Klinik UIN KHAS Jember saat ini, memiliki dua dokter umum, tiga dokter spesialis perawatan gigi, serta puluhan perawat. Meskipun klinik tersebut berlokasi di area kampus, layanan kesehatan tetap dibuka untuk masyarakat luas.

Mengingat lokasinya yang strategis, dr. Hendro mengingatkan, klinik tidak cukup mengandalkan depo farmasi saja. Alih-alih ia menyarankan agar mendirikan apotek sendiri.

"Tidak hanya depo farmasinya, tetapi juga apotek yang bisa melayani Klinik dan masyarakat yang membawa resep dari luar," kata dr. Hendro.

Keberadaan layanan kesehatan Rumah Sakit di UIN KHAS Jember, menurutnya memang seyogyanya segera dihadirkan.

Dia kembali menyebut, jumlah penduduk UIN KHAS Jember cukup besar. Jumlah itu mestinya seimbang dengan fasilitas layanan kesehatannya. Data terkahir, jumlah mahasiswa sekitar 18.000, sementara dosen dan pegawai berada di angka ribuan.

"Ini tidak bisa ditunda, populasi kampus yang cukup besar harus ada layanan kesehatan yang maksimal," ujarnya saat dikonfirmasi Jurnalis Humas.

Kadis Kesehatan Jember, dr. Hendro berharap, rencana mendirikan rumah sakit di UIN KHAS segera direalisasikan. Ikhwal, agar warga kampus bisa belajar dan bekerja dengan tenang.

"Jangan ragu, segera bergerak maju, untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang lebih lengkap," pungkas dr. Hendro.

 

Penulis: Dahlan Nur Busri

Editor: Moh Nor Afandi

;