info@uinkhas.ac.id (0331) 487550

DWP UIN KHAS Jember Peringati Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW

Home >Berita >DWP UIN KHAS Jember Peringati Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Diposting : Jumat, 16 Feb 2024, 21:56:12 | Dilihat : 814 kali
DWP UIN KHAS Jember Peringati Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW


Humas – Dharma Wanita Persatuan (DWP) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember memperingati isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Aula Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Kamis (16/2).

Peringatan ini menghadirkan pengasuh Pondok Pesantren Riyadush Sholihin Jember, Nyai. Hj. Najma Fairus dengan mengusung tema “Implementasi Hikmah Isra’ dan Mi’raj dalam Kehidupan Sehari-Hari”.  Dari tema ini diharapkan mampu mengambil hikmah dari peristiwa Isra’ dan Mi’raj dan mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Isra’ Mi’raj merupakan peristiwa luar biasa yang dialami oleh Nabi Besar Muhammad SAW. Sebelum adanya Isra’ dan Mi’raj ini, ada peristiwa penting yang melatar belakanginya yaitu ‘Aamul Huzni atau tahun duka cita. Rasulullah kehilangan orang yang sangat berperan dalam kehidupan beliau dan sangat bergantung pada kedua orang tersebut yakni Abu Thalib dan Siti Khadijah. Di saat kondisi tersebut di mana Nabi Muhammad melakukan perjalanan pada malam hari dari Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsa di Palestina dan kemudian naik ke langit ketujuh untuk menerima perintah salat lima waktu dari Allah SWT.

Di awal sambutannya Rektor UIN KHAS Jember mengapresiasi DWP yang terus berkontribusi dalam membangun UIN KHAS Jember melalui kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan. Terutama kepada kepengurusan dan pendiri sebelumnya. Hepni juga meminta support dan kontribusi yang signifikan pengurus dan anggota DWP dalam memajukan UIN KHAS Jember.

Hepni juga menyampaikan poin-poin atau hikmah yang dapat diambil dari peringatan Isra’ Mi’raj ini.

“Ketika kita manusia, umat Muhammad dalam kondisi penderitaan yang amat sangat. Tidak ada jalan untuk keluar dari problem yang kita hadapi. Maka lakukanlah mi’raj agar semuanya mendapatkan solusi yang baik dari Allah,” ujarnya.

“Satu teori dari kehidupan, ketika kita dalam kegalauan, penderitaan maka yang mampu membebaskan kita hanya satu yakni dengan melakukan salat,” terangnya.   

Poin kedua atau hikmah yang dapat diambil dari Isra’ Mi’raj ini adalah agar tidak bergantung kepada manusia.

“Setiap kita tergantung kepada manusia, pasti akan mendapatkan kekecewaan. Penolong sesungguhnya adalah Allah SWT,” jelasnya.

Adapun hikmah ketiga yang bisa diambil yaitu tidak ada kesuksesan yang diraih dengan gampang.

“Saya sering mengatakan hanya di malam yang paling gelap, bintang-bintang akan bersinar lebih terang. Bahkan bunga-bunga terindah akan tumbuh pada tempat yang paling tandus,” ungkap Hepni yang merupakan salah satu guru besar di UIN KHAS Jember tersebut.

“Jadikan salat tidak hanya sebagai penggugur kewajiban akan tetapi jadikan salat sebagai penolong dari permasalahan yang kita hadapi,” pungkasnya.

Di bawah kepemimpinan Luluk Sulthoniyah, DWP UIN KHAS Jember akan meneruskan perjuangan DWP sebelumnya yang dikomandoi Erma Fatmawati, ketua sebelumnya. Ia memohon bimbingan dan arahan dari pengurus DWP sebelumnya agar kedepannya semakin kompak, terjalin silaturahmi dan maju.

Tak lupa Ia juga berterima kasih telah kepada semua pihak yang terlibat dalam menyukseskan acara ini.

Kegiatan dilanjutkan pemberian santunan kepada 20 orang yang kurang mampu warga sekitar kampus dan di akhiri dengan doa dan foto bersama.

Hadir dalam peringatan tersebut, para istri purna Ketua STAIN yang pernah menjabat. Pengurus dan anggota DWP UIN KHAS Jember.

Penulis: Munirotun Naimah

Editor: Moh Nor Afandi

;