UIN KHAS Jember Ikuti Seleksi Pemain Liga Mahasiswa Piala Bupati Jember
Humas - Seleksi pemain untuk Liga Mahasiswa Piala Bupati Jember mulai digelar di lingkungan UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember. Kegiatan ini menjadi langkah awal kampus dalam mempersiapkan tim terbaik menghadapi kompetisi antarperguruan tinggi yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.
Dalam pertemuan yang berlangsung pada Rabu, 22 April 2026, hadir Wakil Rektor III UIN KHAS Jember, Dr. Khoirul Faizin, bersama Pelatih PERSID Jember 2025, Agus Yuwono yang turut memberikan arahan teknis terkait proses seleksi dan pembinaan pemain. Keduanya menekankan pentingnya kesiapan fisik, mental, serta kedisiplinan sebagai fondasi utama dalam membangun tim yang kompetitif.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Khoirul Faizin menegaskan bahwa keikutsertaan UIN KHAS Jember tidak semata untuk meramaikan kompetisi, tetapi juga sebagai bagian dari strategi pembinaan mahasiswa secara holistik. “Kami ingin menghadirkan mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki daya saing di bidang olahraga. Liga Mahasiswa ini menjadi ruang aktualisasi sekaligus pembelajaran nilai sportivitas, kerja sama, dan disiplin,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa proses seleksi pemain dilakukan secara terbuka dan objektif agar mampu menjaring talenta terbaik di lingkungan kampus. Menurutnya, dukungan institusi terhadap kegiatan olahraga akan terus diperkuat sebagai bagian dari pengembangan minat dan bakat mahasiswa.
Liga Mahasiswa Jember 2026 sendiri dipastikan kembali bergulir mulai Mei mendatang, setelah sempat tertunda selama dua tahun. Kompetisi yang digagas oleh Askab PSSI Jember ini diarahkan sebagai bagian dari pembinaan sepak bola berjenjang di tingkat perguruan tinggi.
Sebanyak sepuluh tim dari berbagai kampus di Jember dipastikan ambil bagian. Mereka akan bersaing memperebutkan gelar juara dalam format kompetisi yang mengedepankan sistem pembinaan dan kompetisi sehat. Liga ini tidak hanya menjadi ajang pertandingan, tetapi juga ruang pengembangan talenta muda di level mahasiswa.
Ketua panitia, Zainul Arifin, sebelumnya menjelaskan bahwa Liga Mahasiswa sejatinya telah dirancang sejak 2024. Namun, realisasinya sempat tertunda akibat sejumlah kendala, terutama terkait persyaratan lisensi pelatih.
“Untuk mahasiswa, pelatih minimal harus berlisensi C. Itu yang dulu jadi kendala. Tapi sekarang sudah ada kesiapan, sehingga tahun ini bisa berjalan,” ujarnya.
Dari rencana awal 12 tim, sebanyak 10 tim akhirnya dipastikan berpartisipasi setelah dua tim mengundurkan diri. Antusiasme perguruan tinggi dinilai cukup tinggi, terlebih kompetisi ini tidak memungut biaya pendaftaran.
Dalam technical meeting dan drawing, tujuh perguruan tinggi hadir langsung, termasuk UIN KHAS Jember. Sementara satu tim tidak mengirim perwakilan dan dua lainnya berhalangan hadir. Meski demikian, panitia menilai partisipasi yang ada sudah cukup representatif.
Sepuluh tim tersebut kemudian dibagi ke dalam dua grup, masing-masing berisi lima tim. Sistem pertandingan menggunakan setengah kompetisi di fase grup dengan perolehan poin, dilanjutkan babak gugur bagi tim yang lolos. Dua tim teratas dari masing-masing grup akan melaju ke fase berikutnya.
Seluruh pertandingan rencananya akan digelar setiap akhir pekan, Sabtu dan Minggu, dengan dua laga per hari. Durasi pertandingan ditetapkan 2x35 menit dan kompetisi diproyeksikan berlangsung selama dua bulan.
Adapun lokasi pertandingan akan dipusatkan di Stadion Notohadinegoro, dengan opsi tambahan di Jember Sport Garden jika diperlukan.
Bagi UIN KHAS Jember, proses seleksi pemain ini menjadi bagian dari upaya serius membangun tradisi olahraga yang kompetitif sekaligus berprestasi. Liga Mahasiswa pun diharapkan tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran kolektif bagi mahasiswa dalam mengembangkan sportivitas dan profesionalisme di dunia sepak bola.
Penulis: Atiyatul Mawaddah
Editor: Munirotun Naimah