Akademik

Public Speaking dan Praktik MC Formal Warnai Hari Kedua Workshop Kesekretariatan dan Keprotokoleran UIN KHAS Jember

Bagikan:
Public Speaking dan Praktik MC Formal Warnai Hari Kedua Workshop Kesekretariatan dan Keprotokoleran UIN KHAS Jember

Humas - Workshop kesekretariatan dan keprotokoleran hari kedua di lingkungan UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember berlangsung produktif. Para peserta tidak hanya menerima materi teknis mengenai public speaking dan master of ceremony formal, tetapi juga menjalani praktik langsung untuk memperkuat keterampilan komunikasi publik dan tata kelola acara resmi kampus.

Materi disampaikan oleh Wiwin Riza Kurnia dengan fokus pada peningkatan kapasitas komunikasi verbal, nonverbal, dan vokal. Peserta diajak memahami bahwa komunikasi publik tidak sekadar soal berbicara, melainkan bagaimana pesan disampaikan secara jelas, persuasif, dan membangun kesan profesional.

Dalam sesi tersebut, peserta mempelajari pentingnya aspek visual seperti ekspresi wajah, kontak mata, bahasa tubuh, hingga penampilan. Sementara aspek verbal menitikberatkan pada pemilihan diksi, struktur kalimat, serta argumentasi yang mudah dipahami audiens. Adapun aspek vokal menyoroti intonasi, volume suara, kecepatan bicara, hingga penekanan kata untuk menjaga perhatian peserta acara.

Pelatihan juga membedah secara rinci peran master of ceremony formal dan nonformal. MC formal, menurut pemateri, harus mampu menjaga alur acara, membangun suasana, sekaligus merepresentasikan institusi secara elegan. Peserta kemudian dilatih teknik vokal mulai dari pengaturan napas, humming, power vokal, hingga penggunaan suara diafragma.

Tidak hanya teori, peserta turut mempraktikkan simulasi penyambutan tamu, penghormatan pejabat, tata urutan protokoler, hingga penyusunan naskah pembukaan dan penutupan acara resmi. Dalam praktik itu, peserta diminta memahami detail kecil yang kerap luput diperhatikan, seperti penyebutan jabatan, etika penggunaan mikrofon, hingga penyesuaian gaya komunikasi dengan karakter audiens.

Penutupan workshop dihadiri Wakil Rektor III Dr. Khoirul Faizin. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa workshop tersebut menjadi ruang belajar penting untuk memperkuat kualitas layanan dan profesionalisme sumber daya manusia di lingkungan kampus.

“Dua hari workshop ini harus menjadi bekal bersama untuk menghadirkan tata kelola acara yang lebih rapi dan lebih profesional di lingkungan UIN KHAS Jember,” kata Dr. Khoirul Faizin di hadapan peserta.

Ia menyoroti masih adanya kelemahan teknis dalam pelaksanaan acara resmi di lingkungan kampus. Menurut dia, persoalan seperti kesalahan penyebutan nama pejabat, susunan penghormatan yang tidak tepat, hingga MC yang terlalu dominan berbicara menunjukkan pentingnya penguatan kompetensi protokoler.

Ia menekankan bahwa kerja protokol dan kesekretariatan tidak bisa dijalankan secara serampangan ataupun bertumpu pada satu orang saja. Menurut dia, koordinasi harus dibangun sejak sebelum acara berlangsung, mulai dari pemetaan tamu, penempatan kursi, kesiapan naskah MC, hingga sinkronisasi dengan seluruh perangkat acara.

Dalam arahannya, Dr. Khoirul Faizin juga menyinggung kesalahan teknis yang kerap dianggap sepele namun berdampak pada citra institusi, seperti pemutaran lagu Indonesia Raya yang tidak sesuai aturan maupun ketidaksiapan penerima tamu dalam mengarahkan undangan ke tempat duduk.

“Hal-hal kecil itu terlihat sederhana, tetapi ketika tidak disiapkan, acara menjadi tidak sistematis,” katanya.

Ia berharap ilmu yang diperoleh peserta tidak berhenti pada individu yang mengikuti workshop, melainkan ditularkan kembali kepada unit kerja masing-masing. Menurut dia, penguatan budaya kerja protokoler harus menjadi bagian dari transformasi layanan kampus.

Sementara itu, Ketua Tim Sekretariat dan Protokoler Erfan Efendi mengatakan tim sekretariat dan protokol kampus akan terus berbenah dan mengasah kapasitas kelembagaan.

Menurut Erfan, workshop tersebut menjadi refleksi atas praktik kesekretariatan dan keprotokoleran yang dijalankan beberapa tahun terakhir di lingkungan kampus.

Ia menilai integrasi prinsip kesekretariatan dan keprotokoleran berbasis teknologi mutakhir menjadi peluang penting untuk mendukung percepatan program rektorat, termasuk penguatan layanan prima atau fast track di lingkungan UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

“Kesekretariatan dan protokol hari ini tidak cukup hanya tertib administratif, tetapi juga harus adaptif terhadap teknologi dan percepatan layanan,” ujarnya.


Penulis: Atiyatul Mawaddah

Editor: Munirotun Naimah

Fotografer: Denny Prabu Syahputra

Aksesibilitas
Ukuran Teks
Skala Abu-abu
Kontras Tinggi