Berita

Prof. Sahiron: Lulusan Perguruan Tinggi Harus Kuasai AI agar Tetap Relevan di Dunia Kerja

Bagikan:
Prof. Sahiron: Lulusan Perguruan Tinggi Harus Kuasai AI agar Tetap Relevan di Dunia Kerja

Humas - Ijazah bukan lagi satu-satunya modal memasuki dunia kerja. Di tengah pesatnya perkembangan artificial intelligence (AI), lulusan perguruan tinggi dituntut terus memperbarui keterampilan agar mampu bersaing di berbagai sektor. Pesan itu menjadi penekanan Plt. Rektor Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember sekaligus Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A., saat memberikan arahan pada Wisuda Program Sarjana ke-79, Program Magister ke-60, dan Program Doktor ke-36 di Aula Gedung Kuliah Terpadu UIN KHAS Jember, Kamis (9/7/2026).

Menurut Prof. Sahiron, dunia kerja mengalami perubahan yang sangat cepat akibat perkembangan teknologi digital. Karena itu, lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya mengandalkan ijazah dan kompetensi akademik yang diperoleh selama kuliah, tetapi juga harus terus mengembangkan keterampilan baru yang dibutuhkan industri dan masyarakat.

"Kalau masih memiliki kesempatan sebelum memasuki dunia kerja, manfaatkanlah untuk menambah keterampilan. Hari ini banyak perusahaan, lembaga, sekolah, maupun madrasah membutuhkan kemampuan artificial intelligence, teknologi informasi, dan berbagai kompetensi baru lainnya," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa wisuda bukanlah garis akhir proses belajar, melainkan awal memasuki fase baru kehidupan. Setelah menyelesaikan pendidikan, lulusan memiliki dua pilihan yang sama-sama mulia, yakni memasuki dunia kerja atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Apa pun pilihan tersebut, budaya belajar harus tetap dipertahankan.

"Setelah menyelesaikan satu pekerjaan, bersiaplah mengerjakan hal positif berikutnya. Kalau hari ini diwisuda, jangan berhenti belajar. Persiapkan diri menghadapi tantangan yang akan datang," pesannya.

Prof. Sahiron juga mengingatkan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan berlangsung sangat cepat. Oleh karena itu, lulusan dituntut memiliki semangat lifelong learning atau belajar sepanjang hayat agar tidak tertinggal oleh perubahan zaman. Menurutnya, perguruan tinggi telah membekali mahasiswa dengan kemampuan akademik, metodologi penelitian, dan cara berpikir ilmiah. Namun bekal tersebut perlu terus diperkaya melalui pelatihan, kursus, sertifikasi, maupun pengalaman profesional.

Selain penguasaan teknologi, kemampuan bahasa asing juga menjadi perhatian penting. Ia menyebut bahasa Inggris dan bahasa Arab sebagai modal strategis bagi lulusan yang ingin melanjutkan studi maupun meningkatkan daya saing di tingkat global.

"Kalau ingin melanjutkan studi magister atau doktor, persiapkan kemampuan bahasa sejak sekarang. Dengan begitu, kita dapat mengakses literatur internasional dan menghasilkan penelitian yang lebih berkualitas," katanya.

Untuk menggambarkan pentingnya peningkatan kompetensi secara berkelanjutan, Prof. Sahiron mencontohkan bahwa dosen pun masih terus mengikuti berbagai program pengembangan kapasitas. Ia menyebut salah seorang dosen UIN KHAS Jember yang saat ini mengikuti program peningkatan kemampuan bahasa Inggris dan penguatan riset bersama British Council sebagai bukti bahwa proses belajar tidak pernah berhenti, bahkan bagi seorang akademisi.

"Jangankan mahasiswa yang baru lulus, dosen pun terus meningkatkan kualitas diri. Karena itu, jangan pernah merasa cukup dengan ilmu yang dimiliki hari ini," ungkapnya.

Di tengah derasnya transformasi digital, Prof. Sahiron menekankan bahwa keberhasilan lulusan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual. Karakter, integritas, dan akhlak tetap menjadi fondasi utama dalam menjalani kehidupan profesional maupun sosial.

Ia mengingatkan para lulusan agar senantiasa menjaga hubungan dengan Allah SWT melalui ibadah, sekaligus menjaga hubungan baik dengan sesama manusia, terutama orang tua, guru, keluarga, dan lingkungan kerja.

"Berterima kasihlah kepada Allah SWT, hormati guru-guru yang telah mendidik, dan jangan pernah melupakan jasa kedua orang tua. Mereka adalah bagian penting dari keberhasilan yang diraih hari ini," tuturnya.

Pesan tersebut selaras dengan arah transformasi pendidikan tinggi yang tengah didorong Kementerian Agama, yakni membangun lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, memiliki daya saing global, namun tetap berakar pada nilai-nilai keislaman, integritas, dan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui momentum wisuda ini, UIN KHAS Jember kembali menegaskan komitmennya mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi perubahan dunia kerja, menguasai teknologi baru, terus belajar sepanjang hayat, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan peradaban.

Penulis: Atiyatul Mawaddah

Editor: Munirotun Naimah

Fotografer: Dahlan Nur Busri

Aksesibilitas
Ukuran Teks
Skala Abu-abu
Kontras Tinggi