Prof. Sahiron: Kelulusan Bukan Akhir, tetapi Awal Mengabdi kepada Masyarakat
Humas - Rasa syukur kepada Allah SWT, bakti kepada orang tua, kesiapan memasuki dunia kerja, hingga semangat melanjutkan studi menjadi pesan utama yang mengiringi ratusan lulusan Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember dalam Wisuda Sarjana ke-78, Program Magister ke-59, dan Program Doktor ke-35, Selasa (7/7/2026).
Di hadapan para wisudawan dan orang tua, Plt. Rektor UIN KHAS Jember sekaligus Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A., mengingatkan bahwa kelulusan bukanlah garis akhir perjalanan, melainkan awal untuk memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.
Mengawali pesannya, Prof. Sahiron mengajak seluruh lulusan memaknai Surah Al-Kautsar sebagai pedoman dalam mensyukuri nikmat kelulusan. Menurutnya, rasa syukur tidak cukup diwujudkan melalui ucapan, tetapi juga melalui penguatan hubungan dengan Allah SWT dan kepedulian terhadap sesama.
"Kelulusan adalah nikmat besar dari Allah SWT. Bersyukurlah dengan memperbanyak ibadah, kemudian jangan lupa berterima kasih kepada kedua orang tua yang telah mengorbankan banyak hal hingga mengantarkan kita pada titik ini," pesannya.
Ia juga mengajak para lulusan untuk memberikan penghormatan terbaik kepada kedua orang tua, baik melalui ucapan terima kasih, doa, maupun berbagi rezeki ketika kelak telah memperoleh penghasilan.
Selain menanamkan nilai spiritual, Prof. Sahiron mendorong lulusan agar segera menentukan langkah berikutnya. Menurutnya, terdapat dua pilihan besar setelah menyelesaikan pendidikan, yakni memasuki dunia kerja atau melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.
Bagi lulusan yang ingin bekerja, ia memperkenalkan Program Prima Magang yang dikembangkan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama. Program tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa semester akhir untuk menjalani magang di puluhan perusahaan dan lembaga mitra di berbagai daerah di Indonesia.
Ia mengungkapkan bahwa pelaksanaan Prima Magang pada tahun sebelumnya diikuti ribuan mahasiswa PTKIN dan PTKIS dari seluruh Indonesia, dengan sebagian peserta memperoleh kesempatan direkrut langsung oleh perusahaan setelah menyelesaikan program magang.
Sementara bagi lulusan yang ingin melanjutkan pendidikan, Prof. Sahiron mengajak mereka memanfaatkan berbagai skema pendanaan pendidikan, seperti Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) maupun LPDP. Menurutnya, peluang tersebut akan semakin terbuka apabila lulusan mempersiapkan diri sejak dini.
"Sebelum melanjutkan studi, perkuat kemampuan bahasa Inggris maupun bahasa Arab. Persiapkan skor TOEFL atau IELTS agar memiliki daya saing ketika mendaftar beasiswa," ujarnya.
Pesan tersebut sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Agama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Perguruan Tinggi Keagamaan Islam melalui penguatan kompetensi, pengalaman kerja, dan akses pendidikan lanjut.
Menutup arahannya, Prof. Sahiron kembali mengingatkan bahwa keberhasilan akademik akan memiliki makna yang lebih besar apabila disertai rasa syukur, akhlak yang baik, dan komitmen untuk terus menghadirkan manfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama.
Penulis: Atiyatul Mawaddah
Editor: Munirotun Naimah
Fotografer: Dahlan Nur Busri