Berita

Percepat LSP, UIN KHAS Jember Targetkan Lulusan Bersertifikat Kompetensi dan Siap Bersaing di Tingkat Global

Bagikan:
Percepat LSP, UIN KHAS Jember Targetkan Lulusan Bersertifikat Kompetensi dan Siap Bersaing di Tingkat Global

Humas - UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember menegaskan komitmennya menjadi kampus penghasil talenta kompeten melalui percepatan pembentukan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) P1. Komitmen tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Membangun Komitmen Bersama: Percepatan LSP UIN KHAS Jember Menuju Kampus Penghasil Talenta Kompeten dan Unggul" yang berlangsung di Gedung Business and Education Center (BEC), Selasa (30/6/2026).

Forum ini menjadi langkah strategis UIN KHAS Jember dalam memperkuat daya saing lulusan di tengah meningkatnya kebutuhan dunia kerja terhadap tenaga profesional yang tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga sertifikat kompetensi yang diakui secara nasional melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Wakil Rektor I, Prof. Dr. M. Khusna Amal, S.Ag., M.Si., menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab lebih besar daripada sekadar meluluskan sarjana. Menurutnya, kampus harus mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi perubahan dunia kerja.

"Perguruan tinggi unggul bukan hanya yang meluluskan sarjana, tetapi yang melahirkan talenta kompeten, direkognisi dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat," tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa percepatan LSP merupakan bagian dari transformasi akademik UIN KHAS Jember agar lulusan memiliki keunggulan kompetitif di tingkat nasional maupun global. Sertifikasi kompetensi akan menjadi nilai tambah yang memperkuat kepercayaan dunia kerja terhadap kualitas lulusan.

FGD menghadirkan Prof. Dr. Amilin, S.E., S.H., M.Si., Ak., CA., QIA., BKP., CRMP, Komisioner BNSP Sektor Pendidikan, sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, Prof. Amilin mengungkapkan bahwa tantangan terbesar pendidikan tinggi saat ini bukan sekadar menghasilkan lulusan dalam jumlah besar, melainkan lulusan yang kompetensinya sesuai dengan kebutuhan industri.

Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) Februari 2025, ia menjelaskan bahwa Indonesia masih menghadapi fenomena pengangguran terdidik, ketika lulusan perguruan tinggi kesulitan memperoleh pekerjaan, sementara dunia industri justru kekurangan tenaga kerja dengan kompetensi spesifik.

"Di era sekarang, ijazah saja tidak lagi cukup. Dunia kerja membutuhkan bukti kompetensi yang terstandar dan diakui negara melalui sertifikasi BNSP," ujarnya.

Menurut Prof. Amilin, keberadaan LSP P1 akan memperkuat employability lulusan sekaligus meningkatkan reputasi perguruan tinggi. Ia menekankan bahwa legitimasi LSP akan tercermin ketika sertifikat kompetensi lulusan benar-benar diakui dan dicari oleh dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA).

Selain membahas percepatan lisensi LSP, forum juga mendiskusikan pengembangan profil lulusan futuristik yang disesuaikan dengan kebutuhan masa depan. Setiap program studi didorong menyusun skema sertifikasi berbasis profil lulusan agar kompetensi akademik terhubung langsung dengan kebutuhan profesi.

Sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), UIN KHAS Jember juga memiliki peluang strategis menjadi pusat pengembangan standar kompetensi profesi bidang keagamaan Islam. Sejumlah profesi seperti manajer masjid profesional, dai digital, konselor keluarga sakinah, rohaniawan rumah sakit, hingga pendamping haji lansia dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui skema sertifikasi nasional.

Saat ini proses pembentukan LSP P1 UIN KHAS Jember telah memasuki tahap akhir. Sebanyak 24 calon asesor telah dinyatakan kompeten dan lisensi operasional ditargetkan terbit pada September 2026. Ke depan, pengembangan skema sertifikasi akan dilakukan secara bertahap di seluruh fakultas sehingga semakin banyak mahasiswa memperoleh sertifikat kompetensi sebelum menyelesaikan studi.

Melalui FGD ini, seluruh unsur sivitas akademika, mulai dari pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa menyatakan komitmen bersama untuk menjadikan sertifikasi kompetensi sebagai budaya akademik. Komitmen tersebut diharapkan menjadi fondasi lahirnya lulusan UIN KHAS Jember yang tidak hanya unggul dalam ilmu dan akhlak, tetapi juga memiliki kompetensi profesional yang diakui secara nasional maupun internasional.


Penulis: Atiyatul Mawaddah 

Editor: Munirotun Naimah 

Fotografer: Denny Prabu Syahputra 

Aksesibilitas
Ukuran Teks
Skala Abu-abu
Kontras Tinggi