Akademik

Penguatan Kurikulum OBE Dorong Kualitas Mahasiswa dan Daya Saing UIN KHAS Jember

Bagikan:
Penguatan Kurikulum OBE Dorong Kualitas Mahasiswa dan Daya Saing UIN KHAS Jember

Humas - Wakil Rektor I UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, Prof. M. Khusna Amal, mendorong penguatan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) sebagai langkah strategis menuju visi kampus terkoneksi global 2035. Dalam kegiatan bertajuk “Penguatan Kurikulum OBE untuk Pengembangan Kapasitas Mutu FEBI Menuju Visi Terkoneksi Global 2035”, ia menegaskan bahwa transformasi kurikulum ini berdampak langsung pada peningkatan kualitas mahasiswa, terutama dalam membentuk lulusan yang adaptif, kompeten, dan memiliki daya saing global.

Menurut Prof. Amal, implementasi OBE membuka peluang bagi mahasiswa untuk tidak hanya menguasai aspek kognitif, tetapi juga mengembangkan kemampuan afektif dan psikomotorik secara lebih terukur. Dengan sistem pembelajaran berbasis capaian, mahasiswa diharapkan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, sekaligus memperkuat posisi UIN KHAS Jember sebagai institusi pendidikan tinggi yang responsif terhadap perubahan global.

Namun, ia menegaskan bahwa penerapan kurikulum OBE di lingkungan kampus belum bersifat final. Masih diperlukan sinkronisasi dengan program strategis Kementerian Agama, khususnya kebijakan “Berdampak dan Cinta”, yang menjadi arah baru pengembangan pendidikan tinggi keagamaan Islam. Sinkronisasi ini dinilai penting agar kebijakan akademik kampus tetap selaras dengan agenda nasional dan memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa.

Prof. Amal juga menyoroti pentingnya penguatan aspek asesmen dalam kurikulum OBE. Ia menilai bahwa sistem penilaian berbasis capaian pembelajaran harus dirancang secara komprehensif agar mampu mengukur kompetensi mahasiswa secara utuh. Bagi mahasiswa, sistem ini tidak hanya menentukan hasil belajar, tetapi juga menjadi instrumen untuk memastikan kesiapan mereka menghadapi tantangan profesional di masa depan.

Dalam konteks kelembagaan, ia mengungkap adanya dinamika kebijakan terbaru dari Kementerian Pendidikan, Riset, dan Teknologi terkait wacana rasionalisasi program studi, khususnya terhadap prodi yang belum memiliki keterkaitan dengan kebutuhan industri. Kebijakan ini, menurutnya, akan berdampak langsung pada arah pengembangan program studi di kampus, sekaligus menuntut mahasiswa untuk memilih bidang studi yang memiliki relevansi kuat dengan dunia kerja.

“Perguruan tinggi tidak bisa lagi berjalan sendiri tanpa mempertimbangkan kebutuhan dunia kerja,” ujarnya.

Karena itu, ia menekankan pentingnya reformulasi kurikulum secara menyeluruh dengan menjadikan dunia industri sebagai salah satu rujukan utama. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan relevansi lulusan, memperkuat daya serap alumni di pasar kerja, serta meningkatkan reputasi institusi di tingkat global.

Lebih lanjut, Prof. Amal mengingatkan perlunya evaluasi terhadap program studi yang minim peminat. Kondisi ini, selain berdampak pada efisiensi kelembagaan, juga berimplikasi pada pengalaman belajar mahasiswa dan keberlanjutan program akademik. Pembaruan visi dan pendekatan kurikulum dinilai menjadi kunci agar program studi tetap diminati dan sesuai dengan perkembangan zaman.

Melalui penguatan kurikulum OBE ini, UIN KHAS Jember diharapkan mampu membangun sistem pendidikan yang lebih adaptif, integratif, dan berorientasi masa depan. Bagi mahasiswa, perubahan ini menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas kompetensi dan kesiapan karier, sementara bagi kampus, langkah ini memperkuat posisi menuju perguruan tinggi yang terkoneksi global pada 2035.

Penulis: Atiyatul Mawaddah
Editor: Munirotun Naimah

Aksesibilitas
Ukuran Teks
Skala Abu-abu
Kontras Tinggi