Berita

Pembinaan Tendik UIN KHAS Jember: Meneguhkan Disiplin, Menguatkan Solidaritas, dan Mendorong Profesionalisme

Bagikan:
Pembinaan Tendik UIN KHAS Jember: Meneguhkan Disiplin, Menguatkan Solidaritas, dan Mendorong Profesionalisme

Humas - Upaya memperkuat tata kelola dan kualitas sumber daya manusia terus dilakukan UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember. Salah satunya melalui kegiatan Pembinaan Tenaga Kependidikan (Tendik) yang digelar pada Senin, 27 April 2026, di Gedung BEC lantai 2 UIN KHAS Jember.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) Dr. H. Nawawi, M.Fil.I., Wakil Rektor I Prof. Dr. M. Khusna Amal, S.Ag., M.Si., serta Wakil Rektor II Dr. H. Ainur Rafik, M.Ag., dan diikuti oleh seluruh tenaga kependidikan.

Dalam suasana yang tertib namun hangat, pembinaan ini menjadi ruang konsolidasi sekaligus refleksi bagi para tendik yang selama ini menjadi tulang punggung layanan administratif kampus.

Dr. Nawawi dalam pemaparannya menekankan pentingnya pemahaman regulasi kepegawaian, khususnya terkait ketentuan cuti dan disiplin kerja Aparatur Sipil Negara (ASN). Ia merujuk pada Peraturan BKN Nomor 24 Tahun 2017 jo. Nomor 7 Tahun 2021 serta regulasi PPPK dalam Peraturan BKN Nomor 7 Tahun 2022.

“Cuti adalah hak, tetapi juga harus dikelola dengan tertib dan sesuai ketentuan,” ujarnya.

Ia menjelaskan berbagai jenis cuti ASN, mulai dari cuti tahunan selama 12 hari kerja, cuti besar maksimal tiga bulan setelah masa kerja lima tahun, hingga cuti sakit, melahirkan, dan cuti karena alasan penting. Selain itu, ia juga mengingatkan tentang cuti di luar tanggungan negara (CTLN) yang memiliki konsekuensi administratif, termasuk tidak menerima gaji dan tidak dihitung masa kerja.

Tak kalah penting, aspek disiplin menjadi sorotan. Mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021, Dr. Nawawi memaparkan skema hukuman disiplin ASN, mulai dari teguran lisan hingga pemberhentian, tergantung tingkat pelanggaran. Bahkan, akumulasi keterlambatan 450 menit disetarakan dengan satu hari tidak masuk kerja.

Sementara itu, Wakil Rektor I Prof. M. Khusna Amal mengajak seluruh tendik untuk memaknai pembinaan sebagai ruang penguatan kebersamaan sekaligus pengembangan diri.

“Ini bukan sekadar pertemuan formal, tetapi ruang untuk saling mengenal, mempererat solidaritas, dan menyadari bahwa kita mendapat perhatian dari pimpinan,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa menjadi ASN adalah posisi yang harus disyukuri, sekaligus dijaga dengan kinerja yang profesional. Menurutnya, peningkatan karier terbuka bagi siapa saja yang memiliki dedikasi, loyalitas, inovasi, serta kreativitas.

“Perjalanan karier masih panjang. Kinerja yang baik tidak hanya berdampak pada institusi, tetapi juga masa depan pribadi,” katanya.

Dalam konteks kelembagaan, ia menegaskan bahwa tenaga kependidikan memiliki peran strategis dalam memastikan kelancaran layanan akademik dan administratif. Bahkan, tendik juga diharapkan turut berkontribusi dalam mendukung Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB).

Wakil Rektor II Dr. Ainur Rafik melengkapi dengan paparan berbasis data. Ia menyebutkan bahwa jumlah tenaga kependidikan saat ini terdiri dari berbagai kategori, termasuk PNS, PPPK, CPNS, hingga tenaga non-ASN dan outsourcing, dengan total mencapai ratusan personel.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan masih ada, terutama dalam hal kedisiplinan kehadiran dan pemanfaatan sistem digital.

“Data menunjukkan tingkat kehadiran berbasis sistem masih belum optimal. Ini perlu menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas, termasuk kemampuan dasar teknologi. Beberapa tenaga bahkan masih memerlukan pelatihan dasar penggunaan perangkat komputer sebagai bagian dari tuntutan layanan modern. Menurutnya, tendik ideal adalah mereka yang tidak hanya disiplin, tetapi juga terpercaya dan kreatif, sejalan dengan arah pengembangan institusi.

Kegiatan pembinaan ini kemudian ditutup dengan sesi sosialisasi tambahan dari pihak eksternal, termasuk informasi perumahan dari Villa Ajung serta layanan perbankan dari BRI.

Melalui kegiatan ini, UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember kembali menegaskan komitmennya dalam membangun budaya kerja yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan. Di tengah dinamika pendidikan tinggi yang terus berkembang, penguatan peran tenaga kependidikan menjadi langkah strategis untuk memastikan mutu layanan tetap terjaga dan semakin meningkat.

Penulis: Atiyatul Mawaddah
Editor: Munirotun Naimah

Aksesibilitas
Ukuran Teks
Skala Abu-abu
Kontras Tinggi