Mahasiswa UIN KHAS Jember Tembus Final Biologi dan Musabaqah Qira’atil Kutub OASE III PTKIN 2026
Humas - Dua bidang kompetisi yang berbeda, yakni Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Biologi dan Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK), mengantarkan mahasiswa Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember ke babak final Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Tahun 2026. Babak final berlangsung pada Kamis (5/11/2026) di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta setelah para peserta melewati tahapan seleksi semifinal dan penyisihan secara daring.
Keberhasilan menembus babak final menunjukkan kemampuan mahasiswa UIN KHAS Jember dalam berkompetisi di dua ranah keilmuan sekaligus, yakni sains dan keilmuan Islam. Kedua bidang tersebut memiliki karakter kompetisi yang berbeda, dengan tuntutan penguasaan materi, ketajaman analisis, serta kemampuan mengomunikasikan pengetahuan di hadapan dewan juri.
Pada cabang MIPA Biologi, Putri Wulandari mahasiswi Program Studi Tadris Biologi FTIK merupakan finalis yang berhasil melewati seleksi semifinal daring yang menghadapi dua tahapan penilaian. Tahap pertama berupa pengerjaan 5–8 soal uraian analitis selama 120 menit melalui sistem Computer Based Test (CBT) atau tertulis. Soal-soal tersebut dirancang untuk menguji pemahaman konseptual dan kemampuan analisis peserta terhadap persoalan biologi.
Tahap berikutnya adalah presentasi jawaban. Setiap finalis mengambil satu nomor soal melalui undian, kemudian memaparkan proses pengerjaan, argumentasi ilmiah, serta metodologi penyelesaian soal di hadapan dewan juri. Penilaian akhir ditentukan berdasarkan akumulasi nilai kedua tahapan, dengan bobot 70 persen untuk pengerjaan soal uraian dan 30 persen untuk presentasi.
Sementara itu, pada cabang Musabaqah Qira’atil Kutub kategori putra dan putri, finalis UIN KHAS Jember yakni Ahmad Bahaudin dan Muallifatul Hasanah berkompetisi setelah melewati tahapan penyisihan sebelumnya. Sembilan peserta terbaik hasil penyisihan berhak melanjutkan kompetisi ke babak final dengan menghadapi maqra’ (materi bacaan) baru yang ditentukan melalui undian.
Salah satu peserta MQK putra UIN KHAS Jember, Ahmad Bahaudin, mengaku bersyukur dapat melangkah hingga babak final OASE III PTKIN 2026. Baginya, kesempatan tersebut menjadi pengalaman berharga sekaligus tantangan untuk menunjukkan kemampuan terbaik setelah melalui proses seleksi sebelumnya.
“Alhamdulillah, saya bersyukur bisa sampai di tahap final. Tentu ada rasa senang sekaligus gugup karena harus berhadapan langsung dengan dewan hakim dan peserta dari perguruan tinggi lain. Saya berharap dapat memberikan penampilan terbaik, menjawab setiap pertanyaan dengan baik, dan memperoleh hasil yang terbaik. Apa pun hasilnya nanti, semoga pengalaman ini menjadi bekal untuk terus belajar dan memperdalam keilmuan, khususnya dalam memahami kitab turats dan kajian tafsir,” ungkap Ahmad Bahaudin.
Dalam kompetisi ini, peserta menggunakan kitab At-Tahrir wa al-Tanwir karya Ibnu Asyur sebagai rujukan. Setiap finalis dituntut tidak hanya mampu membaca teks kitab dengan baik, tetapi juga menerjemahkan, menjelaskan kandungan teks, serta mengontekstualisasikan ayat melalui analisis tafsir.
Babak final berlangsung selama maksimal 15 menit untuk setiap peserta. Alokasi waktu tersebut terdiri atas tiga menit membaca teks, empat menit menerjemahkan dan menjelaskan kandungan serta kontekstualisasi ayat, dan delapan menit menjawab pertanyaan mendalam dari dewan hakim. Aspek penilaian mencakup kaidah nahwu dan sharaf, pemahaman teks (fahm al-matn), serta kemampuan tafsir.
Keterlibatan mahasiswa dalam dua cabang kompetisi tersebut menjadi gambaran pentingnya pengembangan kapasitas akademik yang berjalan beriringan dengan penguatan tradisi keilmuan Islam. Kompetisi Biologi menguji ketelitian berpikir ilmiah dan kemampuan memecahkan masalah, sedangkan MQK mengasah penguasaan khazanah keislaman, ketepatan membaca kitab turats, dan kedalaman memahami pesan Al-Qur’an.
Partisipasi dalam OASE III PTKIN 2026 juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengukur kemampuan, memperluas pengalaman akademik, dan membangun kepercayaan diri dalam kompetisi tingkat nasional. Capaian menembus babak final diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi, baik dalam bidang sains maupun keilmuan keislaman.
UIN KHAS Jember terus mendorong tumbuhnya budaya akademik yang mengintegrasikan penguasaan ilmu pengetahuan, kecakapan berpikir kritis, dan penguatan nilai-nilai keislaman. Melalui kompetisi seperti OASE PTKIN, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk menunjukkan bahwa tradisi keilmuan Islam dan pengembangan sains dapat tumbuh secara beriringan.
Penulis: Atiyatul Mawaddah
Editor: Munirotun Naimah
Fotografer: Humas