Ma'had UIN KHAS Jember Siapkan Transformasi Pembinaan Mahasiswa, Integrasi Program Akademik Jadi Prioritas
Humas - Para pengelola Ma'had Al-Jami'ah Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember merumuskan arah baru pengembangan Ma'had selama tiga hari melalui Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 di Spencer Green Hotel Malang, 16–18 Juli 2026. Forum ini menjadi momentum untuk memperkuat posisi Ma'had bukan sekadar sebagai tempat tinggal mahasiswa, melainkan sebagai pusat pembinaan karakter, penguatan budaya akademik Islami, sekaligus laboratorium pendidikan yang terintegrasi dengan sistem akademik universitas.
Berlangsung sejak Kamis (16/7), Raker diawali dengan pembukaan yang dihadiri Kepala UPT Ma'had Al-Jami'ah UIN KHAS Jember, Dr. H. Amin Fadlillah, S.Q., M.A. Selama tiga hari, peserta mengikuti berbagai sesi strategis mulai dari penguatan sistem tata kelola Ma'had, pengembangan jejaring pondok mitra, diskusi bersama pimpinan universitas, hingga sidang pleno penyusunan Buku Pedoman Ma'had.
Salah satu pembahasan yang menjadi perhatian adalah upaya meningkatkan daya tarik Ma'had di tengah semakin beragamnya pilihan tempat tinggal mahasiswa. Data yang dipaparkan menunjukkan terdapat 559 mahasiswa yang mendaftar sebagai santri baru, sementara santri lanjutan tercatat sebanyak 87 orang. Angka tersebut menjadi dasar evaluasi sekaligus pijakan dalam menyusun strategi pengembangan Ma'had pada tahun akademik mendatang.
Dalam arahannya, Wakil Rektor III UIN KHAS Jember, Dr. Khoirul Faizin, M.Ag., menegaskan bahwa Ma'had harus diposisikan sebagai ruang pembentukan karakter mahasiswa yang mendukung visi akademik universitas.
"Ma'had tidak boleh hanya dipahami sebagai asrama mahasiswa. Ma'had adalah laboratorium pembentukan karakter yang menyiapkan mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki fondasi keislaman, kepemimpinan, dan integritas yang kuat," ujarnya.
Menurutnya, transformasi tersebut harus dimulai dari penegasan visi Ma'had yang selaras dengan arah pengembangan universitas. Seluruh program pembinaan juga perlu disusun secara terintegrasi dengan kalender akademik agar aktivitas kema'hadan berjalan harmonis dengan proses perkuliahan.
Raker juga menghasilkan sejumlah agenda prioritas pengembangan. Di antaranya adalah penguatan kultur Islami di lingkungan Ma'had, peningkatan kualitas fasilitas dan kebersihan, pengembangan program pembinaan berbasis kebutuhan mahasiswa, hingga strategi branding yang lebih adaptif melalui pemanfaatan media sosial bersama Humas UIN KHAS Jember.
Program-program unggulan seperti Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ), pembelajaran Nahwu-Sharaf, praktik ibadah, pembinaan wawasan keislaman, serta penguatan karakter menjadi fokus utama yang akan terus dikembangkan agar memberikan pengalaman belajar yang lebih komprehensif bagi para santri.
Selain itu, peserta juga menekankan pentingnya membangun kemitraan yang lebih luas dengan pondok pesantren melalui skema pondok mitra. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkaya model pembinaan sekaligus memperluas jejaring pengembangan pendidikan keislaman yang dimiliki UIN KHAS Jember.
Melalui forum ini, pimpinan universitas bersama pengelola Ma'had berkomitmen menyusun kebijakan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan mahasiswa sekaligus memperkuat identitas Ma'had sebagai bagian integral dari ekosistem pendidikan tinggi Islam.
Rangkaian Raker ditutup pada Sabtu (18/7) dengan penyampaian hasil sidang pleno dan rekomendasi strategis yang akan menjadi acuan penyelenggaraan program Ma'had Al-Jami'ah UIN KHAS Jember pada tahun akademik mendatang. Berbagai rekomendasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan Ma'had yang semakin profesional, akuntabel, dan relevan dengan tantangan pendidikan tinggi, sehingga mampu melahirkan lulusan yang unggul secara intelektual sekaligus kokoh dalam karakter dan nilai-nilai keislaman.
Penulis: Atiyatul Mawaddah
Editor: Munirotun Naimah
Fotografer: M. Ghani Ramadhan