Kuliah Tamu Tadris IPS FTIK UIN KHAS Jember: Revitalisasi Pembelajaran IPS Melalui Integrasi Sejarah Sosial dan Sejarah Lokal dalam Bingkai Kearifan Lokal
HUMAS - Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember menyelenggarakan kegiatan Kuliah Tamu bertema “Revitalisasi Pembelajaran IPS melalui Integrasi Sejarah Sosial dan Sejarah Lokal dalam Bingkai Kearifan Lokal” pada Rabu (3/6/2026). Kegiatan ini menjadi wadah akademik untuk memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya pembelajaran IPS yang kontekstual, kritis, dan berakar pada realitas sosial budaya masyarakat.
Acara diawali
dengan sambutan dari Koordinator Program Studi Tadris IPS, Ach. Barocky
Zaimima, yang menegaskan pentingnya pengembangan pembelajaran IPS yang tidak
hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga mampu membangun
kesadaran sosial dan identitas budaya peserta didik. Menurutnya, integrasi
sejarah sosial, sejarah lokal, dan kearifan lokal merupakan langkah strategis
untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih relevan dengan kehidupan masyarakat.
Kegiatan
kemudian secara resmi dibuka oleh Dekan FTIK UIN KHAS Jember, Dr. Abdul Mu'is.
Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung
jawab untuk melahirkan calon pendidik yang mampu menghubungkan pengetahuan
akademik dengan realitas sosial budaya di lingkungan sekitar. Oleh karena itu,
penguatan perspektif sejarah sosial dan sejarah lokal menjadi bagian penting
dalam membangun pendidikan yang bermakna dan berkarakter.
Kuliah tamu
menghadirkan dua narasumber yang membahas isu strategis dalam pengembangan
pembelajaran IPS dengan Moderator Bapak M. Eka Rahman, M. SEI. Materi pertama disampaikan oleh Bapak Febrihada
Gahas Candramukti, S.Pd., M.A. dari IAIN
Madura dengan tema “Sejarah Sosial
dalam Pembelajaran IPS: Membangun Pemikiran Kritis Melalui Pendekatan Analitis
Sejarah Kehidupan Sehari-hari.” Dalam paparannya dijelaskan bahwa sejarah
sosial memberikan ruang bagi peserta didik untuk memahami kehidupan masyarakat
biasa, dinamika sosial, struktur ekonomi, serta perubahan budaya yang terjadi
dalam masyarakat. Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan kemampuan berpikir
kritis, analisis sebab-akibat, serta empati historis peserta didik terhadap
berbagai persoalan sosial kontemporer.
Materi kedua
disampaikan oleh Bapak Siswanto, S.Pd., M.A. dari Universitas
Jember dengan tema “Ethnopedagogy:
Sejarah Lokal dan Kearifan Budaya Jember sebagai Sumber Pembelajaran IPS
Kontekstual.” Pemaparan ini menyoroti pentingnya menjadikan pengetahuan
lokal, tradisi budaya, dan sejarah masyarakat sebagai sumber belajar yang sahih
dan bermakna. Berbagai contoh kearifan lokal Jember, seperti tradisi Ta’ Buta’an
dan sejarah lokal Bura, diperkenalkan sebagai media pembelajaran yang dapat
mendorong peserta didik memahami identitas budaya, nilai sosial, serta hubungan
antara manusia dan lingkungannya.
Melalui
kegiatan ini, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai bagaimana sejarah sosial
dan sejarah lokal dapat diintegrasikan dalam pembelajaran IPS melalui
pendekatan inquiry-based learning, project-based learning, place-based
education, dan historical thinking. Integrasi tersebut diharapkan mampu
menjadikan pembelajaran IPS lebih kontekstual, partisipatif, dan dekat dengan
kehidupan peserta didik.
Penulis : Abdurrahman Ahmad
Penyunting : M Ghani Ramadhan
Fotografer : M Ghani Ramadhan