Kolaborasi dan Semangat Melanjutkan Ikhtiar Jadi Modal UIN KHAS Jember Mengembangkan LSP Berstandar Nasional
Humas - Lisensi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) bukan sekadar dokumen legalitas bagi UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember. Di balik proses Full Assessment yang berlangsung pada Sabtu (4/7/2026) di Aula Internasional Business and Education Center (BEC), tersimpan ikhtiar panjang membangun budaya mutu, kolaborasi lintas unit, sekaligus melanjutkan cita-cita besar menjadikan kampus sebagai pusat pengembangan kompetensi yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan UIN KHAS Jember, Prof. Dr. M. Khusna Amal, S.Ag., M.Si., mengungkapkan bahwa proses pendirian LSP telah dipersiapkan secara bertahap sejak pertengahan tahun 2024. Berbagai tahapan, mulai dari penyusunan regulasi, pembentukan task force, penyiapan organisasi, hingga pelantikan asesor, dilaksanakan secara sistematis agar seluruh persyaratan BNSP dapat dipenuhi.
"Alhamdulillah seluruh asesor yang telah mengikuti proses pembinaan sebelumnya dinyatakan layak. Hari ini menjadi tahapan penting untuk memastikan seluruh ikhtiar yang telah dilakukan dapat berlanjut menuju terbitnya lisensi," ujarnya saat membuka kegiatan Full Assessment.
Menurut Prof. Khusna Amal, keberhasilan memperoleh lisensi bukanlah titik akhir. Tantangan berikutnya adalah memastikan LSP terus berkembang melalui penyusunan berbagai skema sertifikasi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat dan dunia profesi.
Ia mencontohkan, selain melayani kebutuhan sertifikasi sivitas akademika, UIN KHAS Jember mulai menjajaki pengembangan skema sertifikasi bagi pembimbing dan pendamping jemaah haji. Peluang tersebut muncul setelah adanya komunikasi dengan berbagai mitra strategis yang membuka ruang kolaborasi di bidang sertifikasi profesi.
"Ke depan kami berharap LSP tidak hanya melayani kebutuhan internal kampus, tetapi juga menjadi pusat layanan sertifikasi bagi masyarakat. Semakin luas manfaat yang diberikan, semakin besar pula kontribusi kampus dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia," jelasnya.
Lebih jauh, Prof. Khusna Amal menilai pengembangan LSP memiliki nilai strategis bagi penguatan kelembagaan. Selain meningkatkan kompetensi masyarakat, layanan sertifikasi juga diharapkan mampu memperkuat Badan Layanan Umum (BLU) kampus sehingga manfaatnya dapat kembali dirasakan melalui peningkatan layanan akademik, sarana pendidikan, dan kesejahteraan sivitas akademika.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan LSP sangat bergantung pada budaya kerja yang dibangun bersama.
"Kepentingan lembaga harus berada di atas kepentingan kelompok maupun personal. Budaya kerja yang sudah terbangun dengan baik ini harus terus dijaga agar UIN KHAS Jember semakin maju dan harmonis," pesannya.
Suasana pembukaan Full Assessment juga diwarnai momen reflektif ketika Komisioner Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Dr. H. Muhammad Nur Hayid, S.Th.I., M.M., CSM., mengajak seluruh peserta mengenang almarhum Prof. Dr. H. Hepni, S.Ag., M.M., CPEM., yang semasa menjabat sebagai Rektor UIN KHAS Jember menjadi salah satu penggagas percepatan pendirian LSP.
Dr. Hayid mengisahkan bahwa sekitar 18 jam sebelum almarhum wafat, keduanya masih berdiskusi panjang mengenai sejumlah agenda strategis pengembangan kampus, mulai dari program internasional hingga penyelesaian pendirian LSP.
"Saya masih berbincang cukup lama dengan beliau. Semangat beliau luar biasa untuk menyelesaikan berbagai program pengembangan kampus. Karena itu saya yakin perjuangan beliau dalam mengawal pendirian LSP akan menjadi amal jariyah yang terus memberikan manfaat," ungkapnya.
Atas dasar itu, Dr. Hayid mengajak seluruh peserta membacakan Surah Al-Fatihah untuk almarhum Prof. Hepni, para pendiri UIN KHAS Jember, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi membangun kampus. Menurutnya, setiap capaian kelembagaan tidak pernah lahir dari kerja satu orang, melainkan hasil estafet pengabdian banyak pihak.
Dalam arahannya, Dr. Hayid juga menegaskan bahwa proses asesmen bukan sekadar memeriksa kelengkapan administrasi. Tim asesor BNSP hadir untuk memastikan kesiapan lembaga secara menyeluruh, mulai dari dokumen, personel, hingga sistem kerja yang akan menjamin kualitas penyelenggaraan sertifikasi profesi.
"LSP yang baik bukan hanya memiliki dokumen yang lengkap, tetapi juga didukung sumber daya manusia yang siap serta komitmen pimpinan untuk menjaga kualitas layanan secara berkelanjutan," katanya.
Ia mengapresiasi keterlibatan pimpinan universitas, pengelola LSP, asesor, dekan, hingga program studi yang hadir secara langsung selama proses asesmen berlangsung. Menurutnya, dukungan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan LSP telah menjadi komitmen bersama, bukan sekadar program satu unit kerja.
Full Assessment LSP UIN KHAS Jember menghadirkan Amirudin Yusuf, S.E., M.M., sebagai Asesor Lisensi BNSP sekaligus Asesor Kompetensi Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM). Hasil asesmen akan menjadi dasar bagi BNSP dalam menentukan pemberian lisensi resmi kepada LSP UIN KHAS Jember.
Lebih dari sekadar memenuhi persyaratan administratif, proses tersebut menjadi penanda bahwa UIN KHAS Jember tengah membangun fondasi kelembagaan yang berorientasi pada mutu, kolaborasi, dan keberlanjutan. Semangat itulah yang diharapkan mampu menjaga LSP tetap berkembang sebagai ruang penguatan kompetensi, baik bagi mahasiswa maupun masyarakat luas.
Penulis: Atiyatul Mawaddah
Editor: Munirotun Naimah
Fotografer: Denny Prabu Syahputra