Hari Pertama Training Kurikulum Cinta, 30 Dosen Muda Latihan Susun Peta Konsep Perkuliahan hingga CPMK
Humas - Sebanyak 30 dosen muda mengikuti hari pertama Training Peningkatan Kompetensi Pengajaran Dosen Berbasis Kurikulum Cinta yang digelar di Hotel Fortunagrande Jember, Kamis, 21 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari hingga 23 Mei 2026 itu difokuskan pada penguatan kompetensi dosen dalam menyusun pembelajaran berbasis Outcome Based Education (OBE) dan Kurikulum Cinta.
Training menghadirkan dua narasumber dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, yakni Prof. Dr. Barmawi Munte, M.A. dan Dr. Roni Ismail, M.Si.. Pada hari pertama, peserta mendapat penguatan materi mengenai KKNI 2012, SNPT/SN-Dikti 2020, hingga PMPT 2025 sebagai dasar penyusunan pembelajaran di perguruan tinggi.
Materi pelatihan juga membahas standar kompetensi lulusan atau standar luaran pendidikan pada level mata kuliah, termasuk penyusunan standar isi, bahan kajian, dan materi pembelajaran. Pembahasan dilakukan secara bertahap agar peserta memahami keterkaitan antara capaian pembelajaran lulusan dengan desain perkuliahan di kelas.
Tidak hanya menerima materi, peserta langsung diminta mempraktikkan penyusunan perangkat pembelajaran sesuai mata kuliah masing-masing. Sejak sesi awal, dosen-dosen muda terlihat sibuk menyusun peta konsep, merancang timeline topik perkuliahan selama satu semester, hingga membuat Sub-CPMK dan CPMK yang terukur.
Pendekatan praktik langsung menjadi salah satu fokus utama pelatihan hari pertama. Narasumber mendampingi peserta satu per satu untuk memastikan rancangan pembelajaran yang dibuat telah sesuai dengan prinsip OBE dan arah Kurikulum Cinta yang menekankan aspek humanis, reflektif, dan kebermaknaan proses belajar.
Salah satu peserta, Irfiah, S.Tr.Kes., M.Kes., mengaku mendapatkan banyak pemahaman baru dari kegiatan tersebut. Ia merasa pelatihan ini membantu menjawab kebingungan dosen dalam menyusun perangkat pembelajaran yang sesuai standar pendidikan tinggi.
“Banyak hal yang akhirnya terjawab dalam kegiatan ini. Saya jadi lebih memahami langkah-langkah dasar untuk menyiapkan sebuah perkuliahan yang sesuai standar,” ujarnya.
Menurut Irfiah, praktik penyusunan CPMK hingga pemetaan materi selama satu semester membuat dosen lebih siap menghadapi proses pembelajaran di kelas. Ia juga merasa lebih percaya diri untuk membangun suasana perkuliahan yang lebih hidup dan terarah.
Melalui pelatihan ini, dosen muda diharapkan tidak hanya mampu memenuhi tuntutan administrasi akademik, tetapi juga menghadirkan proses pembelajaran yang lebih relevan, terstruktur, dan berorientasi pada pengalaman belajar mahasiswa.
Penulis: Atiyatul Mawaddah
Editor: Munirotun Naimah
Fotografer: Denny Prabu Syahputra