DWP UIN KHAS Jember Gelar Workshop Pendampingan Pra Lansia untuk Perkuat Kesiapan Mental dan Emosional
Humas – Dharma Wanita Persatuan (DWP) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember menggelar Workshop Parenting Pendampingan Usia Transisi pada Selasa, 19 Mei 2026, di Aula Lantai 2 Fakultas Dakwah. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional dan Hari Kebangkitan Nasional.
Workshop menghadirkan narasumber Nurhasanah, M.Psi., Psikolog sekaligus dosen Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember. Kegiatan rutin bulanan tersebut dihadiri oleh pengurus dan anggota DWP, Wakil Rektor III, Wakil Dekan I dan II Fakultas Dakwah, serta penasihat DWP.
Ketua DWP UIN KHAS Jember, Luluk Sulthoniyah dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti workshop. Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi peserta, khususnya dalam menghadapi masa transisi menuju lansia.
“Usia lansia tidak perlu ditakuti karena setiap orang akan menghadapinya. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menjalani masa tersebut dengan baik,” ujarnya.

Wakil Dekan II Fakultas Dakwah, Dr. Fathor Rosyid, turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta dan panitia pelaksana. Ia juga memperkenalkan struktur kepemimpinan baru di lingkungan Fakultas Dakwah, baik struktural maupun nonstruktural.
Dalam sambutannya, ia menyinggung keteladanan Siti Hajar sebagai sosok ibu tangguh yang penuh ikhtiar dalam mendidik Nabi Ismail.
“Kisah Siti Hajar mengajarkan tentang perjuangan dan keteguhan seorang ibu dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan,” katanya.
Sementara itu, Wakil Rektor III UIN KHAS Jember, Dr. Khoirul Faizin, M.Ag., menilai kegiatan tersebut penting untuk dilaksanakan karena masa transisi dari dewasa menuju lansia memerlukan pendampingan, terutama dalam pengelolaan emosi dan kesiapan menghadapi perubahan hidup.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dan bekerja sama dengan berbagai instansi agar semakin bermanfaat bagi masyarakat.
Dalam pemaparannya, Nurhasanah menjelaskan bahwa usia transisi atau pra lansia merupakan fase kehidupan yang membutuhkan pendampingan psikologis. Menurutnya, setiap fase kehidupan membawa perubahan besar, baik secara fisik, kognitif, emosional, sosial, maupun tingkat kemandirian.
“Pendampingan dibutuhkan agar seseorang mampu beradaptasi dengan perubahan dan menghadapi tugas perkembangan baru dengan percaya diri,” jelasnya.
Ia juga memaparkan berbagai problem umum yang sering dialami lansia, tugas-tugas pendamping lansia dalam kehidupan sehari-hari, serta pentingnya menjaga spiritualitas pada usia lanjut sebagai bagian dari kesejahteraan psikologis dan emosional.
Penulis: Munirotun Naimah
Editor: Cahya FM