Berita

DWP UIN KHAS Jember Bekali Civitas Akademika Keterampilan Pertolongan Henti Jantung

Bagikan:
DWP UIN KHAS Jember Bekali Civitas Akademika Keterampilan Pertolongan Henti Jantung
Humas - Dharma Wanita Persatuan (DWP) UIN KHAS Jember menggelar pertemuan rutin bulanan yang dirangkaikan dengan kegiatan sosialisasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) serta pelatihan pertolongan pertama pada kasus henti jantung mendadak. Kegiatan ini berlangsung di aula perpustakaan kampus dan terselenggara atas kerja sama dengan Rumah Sakit dr. Soebandi pada Rabu, 22 April 2026.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor I, kepala UPT Pengembangan Karir, Kepala Pusat Jaminan Produk Halal, kepala UPT Perpustakaan, pengurus dan anggota DWP, serta melibatkan unsur keamanan kampus seperti security dan driver, juga perwakilan KSR PMI UIN KHAS Jember. Sosialisasi ini menghadirkan narasumber profesional, yakni Ns. Edy Suyanto, S.Kep. dan Ns. Mohammad Gufron, S.Kep., yang memberikan pemaparan sekaligus simulasi penanganan henti jantung mendadak.

Ketua DWP UIN KHAS Jember, Luluk Sulthoniyah Hepni dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kondisi saat ini, di mana kasus henti jantung mendadak dapat terjadi tanpa gejala yang jelas dan bisa menimpa siapa saja. Hal ini tentu menjadi sesuatu yang tidak diinginkan, terutama bagi keluarga. Oleh karena itu, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan.

“Semoga ilmu yang didapatkan bisa bermanfaat bagi kita semua. Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama dengan RS dr. Soebandi dalam mendukung kegiatan ini,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor I memberikan apresiasi atas inisiatif DWP yang mengusung tema sosialisasi dan pelatihan bantuan hidup dasar. Ia menilai kegiatan ini sangat relevan dan memiliki urgensi tinggi, terutama mengingat beberapa kejadian kehilangan di lingkungan kampus dalam waktu terakhir yang diduga berkaitan dengan kasus serupa.

“Fenomena ini tidak hanya terjadi di UIN KHAS Jember, tetapi juga di kampus, bahkan pada usia yang relatif muda. Ini bukan gejala yang khas dan seringkali datang tiba-tiba. Berdasarkan data global, di Indonesia terdapat sekitar 300.000 kasus henti jantung setiap tahunnya dari berbagai kelompok usia,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keterampilan bantuan hidup dasar sangat penting dimiliki oleh masyarakat umum, tidak hanya tenaga medis. Kemampuan ini dinilai sebagai bentuk tanggung jawab awal sebelum tenaga profesional datang.

“Jika Bapak/Ibu memiliki keterampilan ini, saya yakin dapat menjadi ‘malaikat penolong’ bagi sesama. Ini merupakan bagian dari kewajiban menjaga jiwa (hifdzun nafs),” tambahnya.

Ia juga mencontohkan bagaimana kondisi henti jantung dapat ditandai dengan perubahan detak jantung yang tiba-tiba menjadi tidak normal. Menurutnya, meskipun kematian merupakan takdir Tuhan, upaya menjaga kesehatan dan kesiapsiagaan dapat memperpanjang kualitas hidup.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor I dan dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh Dr. Rusydi Bayaqub. Dalam sesi materi, narasumber menegaskan bahwa henti jantung dapat terjadi pada siapa saja, kapan saja, dan di mana saja.

Pelatihan dikemas secara santai namun tetap serius, dilengkapi dengan simulasi langsung penanganan darurat. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari teori hingga praktik bantuan hidup dasar.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, DWP UIN KHAS Jember berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemaslahatan jiwa dan raga seluruh civitas akademika serta masyarakat luas.

Penulis: Munirotun Naimah 
Editor: Cahya FM
Aksesibilitas
Ukuran Teks
Skala Abu-abu
Kontras Tinggi