Diklat Kepemimpinan Ormawa UIN KHAS Bekali Mahasiswa dengan Karakter, Visi, dan Tata Kelola Organisasi
Humas - Menjadi pemimpin mahasiswa tidak cukup hanya dengan memegang jabatan struktural. Pemimpin juga dituntut memiliki karakter, visi, kemampuan mengelola organisasi, serta mampu mempertanggungjawabkan setiap keputusan dan kegiatan yang dijalankan. Pesan tersebut menjadi salah satu fokus dalam Diklat Kepemimpinan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) UIN KHAS Jember yang berlangsung pada 13–14 Agustus 2026 di Gedung BEC.
Kegiatan ini diikuti sekitar 100 pengurus organisasi mahasiswa, dengan tingkat kehadiran sekitar 80 persen. Peserta berasal dari berbagai unsur organisasi kemahasiswaan, termasuk DEMA, SEMA, HMPS, serta UKK dan UKM. Diklat dirancang tidak sekadar sebagai forum pembekalan kepengurusan, tetapi sebagai ruang untuk membangun kapasitas mahasiswa agar mampu menjadi pemimpin yang siap menghadapi tantangan organisasi dan kehidupan setelah lulus.
Wakil Rektor III UIN KHAS Jember, Dr. Khoirul Faizin, M.Ag., dalam sambutannya menegaskan bahwa kesempatan menjadi pengurus organisasi merupakan ruang pembelajaran kepemimpinan yang tidak dimiliki seluruh mahasiswa.
“Mahasiswa itu bukan profesi. Mahasiswa itu hanya satu fase,” ujarnya. Karena itu, menurutnya, pengalaman berorganisasi selama menjadi mahasiswa harus dimanfaatkan untuk membentuk karakter yang akan melekat dalam kehidupan peserta setelah mereka meninggalkan kampus.
Ia juga mengingatkan peserta agar memahami posisi mereka sebagai pemimpin, bukan sekadar pengikut. Pengurus ormawa memiliki tanggung jawab bukan hanya kepada struktur organisasi, tetapi juga kepada mahasiswa yang mereka representasikan.
“Anda adalah leader, bukan follower,” tegasnya kepada para peserta.
Menurut Dr. Faizin, karakter kepemimpinan tidak dapat dibentuk secara instan melalui satu kegiatan. Kedisiplinan, tanggung jawab, kemampuan menghargai forum, dan keteladanan harus dibangun melalui proses yang terus-menerus. Karena itu, ia meminta peserta mengikuti seluruh rangkaian diklat secara serius dan menjadikannya sebagai bagian dari proses pembentukan diri.
Materi diklat menghadirkan sejumlah perspektif kepemimpinan yang saling melengkapi. Prof. Dr. Akhmad Taufiq, S.S., M.Pd., Wakil Direktur I Program Pascasarjana Universitas Jember, menyampaikan materi “Fondasi Kepemimpinan Mahasiswa: Konsep Dasar Kepemimpinan, Profil Pemimpin Ideal, Visioner, dan Kepemimpinan Berbasis Karakter.”
Materi tersebut diarahkan untuk membangun pemahaman peserta mengenai karakter pemimpin, kepemimpinan visioner, serta pentingnya keteladanan dalam menjalankan organisasi.
Sementara itu, Abdul Hafit, S.Sos., membawakan materi “Urgensi Arsip dan Dokumentasi dalam Kepemimpinan.” Materi ini menempatkan arsip dan dokumentasi bukan sekadar urusan administratif, tetapi sebagai bagian penting dari kepemimpinan yang tertib, akuntabel, berbasis bukti, dan berkelanjutan.
Persoalan dokumentasi juga berkaitan erat dengan kemampuan organisasi dalam mempertanggungjawabkan program. Dalam sambutannya, Dr. Faizin menekankan bahwa laporan kegiatan tidak seharusnya hanya dipandang sebagai kewajiban kepada universitas. Pengurus juga memiliki tanggung jawab kepada anggota organisasi.
“Selain ke atas, Anda juga ke bawah tanggung jawabnya. Hak mereka untuk mendapatkan laporan dari Anda,” ujarnya.
Pesan tersebut menegaskan bahwa transparansi merupakan bagian dari kepemimpinan mahasiswa. Setiap program yang dijalankan perlu memiliki dokumentasi dan laporan yang dapat dipertanggungjawabkan, sehingga keberlanjutan organisasi tidak bergantung pada ingatan atau pengalaman personal pengurus sebelumnya.
Ketua Tim Sekretariat UIN KHAS Jember, Erfan Efendi, M.Pd., yang turut memberikan sambutan, menekankan pentingnya diklat sebagai bekal mahasiswa dalam menjalankan organisasi.
Menurutnya, kegiatan tersebut disiapkan melalui proses diskusi dan pemilihan narasumber agar peserta memperoleh materi yang relevan dengan kebutuhan kepemimpinan mahasiswa. Ia berharap peserta tidak berhenti pada penguasaan materi, tetapi mampu menularkan pengetahuan yang diperoleh kepada pengurus dan anggota organisasi masing-masing.
Pesan tersebut sejalan dengan arahan Wakil Rektor III agar peserta menjadi influencer bagi anggota organisasinya. Pengurus yang mengikuti kegiatan diharapkan menyampaikan kembali pengetahuan yang diperoleh kepada rekan-rekan yang tidak mengikuti diklat.
Dengan demikian, manfaat kegiatan tidak berhenti pada peserta. Pengetahuan dan pengalaman kepemimpinan dapat menyebar ke lingkungan organisasi dan menjadi bagian dari proses kaderisasi.
Dr. Faizin juga mengingatkan peserta untuk membawa semangat kepemimpinan tersebut ke luar kampus. Menurutnya, pengalaman menjadi aktivis mahasiswa dapat menjadi modal penting ketika mereka kelak terjun ke berbagai bidang kehidupan.
“Berikan catatan bahwa saya harus berbuat sesuatu yang baik untuk tempat di mana saya berada, meskipun itu hal kecil,” pesannya.
Melalui Diklat Kepemimpinan Ormawa 2026, UIN KHAS Jember mendorong organisasi mahasiswa tidak hanya menghasilkan program kerja, tetapi juga melahirkan kader yang disiplin, berkarakter, visioner, mampu mengelola organisasi secara akuntabel, dan siap mengambil peran di tengah perubahan masyarakat.
Penulis: Atiyatul Mawaddah
Editor: Munirotun Naimah
Fotografer: Dahlan Nur Busri