info@uinkhas.ac.id (0331) 487550

UIN KHAS Jember Gelar Tasyakuran HAB ke-80 Kemenag dan Resmikan Gedung Pascasarjana Baru

Home >Berita >UIN KHAS Jember Gelar Tasyakuran HAB ke-80 Kemenag dan Resmikan Gedung Pascasarjana Baru
Diposting : Senin, 12 Jan 2026, 16:24:58 | Dilihat : 664 kali
UIN KHAS Jember Gelar Tasyakuran HAB ke-80 Kemenag dan Resmikan Gedung Pascasarjana Baru


Humas - Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember menggelar tasyakuran Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia sekaligus meresmikan Gedung Baru Pascasarjana, Senin pagi, 12 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi penanda syukur institusional sekaligus momentum refleksi arah pengembangan akademik kampus.

Rangkaian acara dimulai dengan apel Senin pagi yang diikuti sivitas akademika. Usai apel, Rektor UIN KHAS Jember bersama Ketua Senat, Direktur Pascasarjana, jajaran wakil rektor, dan Kabiro AUPK melakukan pemotongan pita sebagai tanda resmi digunakannya Gedung Pascasarjana yang baru.

Gedung tersebut disebut sebagai salah satu ikon baru pengembangan akademik UIN KHAS Jember. Selain merepresentasikan peningkatan sarana prasarana, keberadaannya diharapkan memperkuat peran Pascasarjana sebagai “etalase” mutu kelembagaan, baik dalam pengembangan keilmuan maupun jejaring akademik nasional dan internasional.

Acara tasyakuran dilanjutkan dengan istighasah, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, doa, serta penampilan banjari dari Ma’had Al-Jamiah. Nuansa spiritual menjadi bingkai utama kegiatan, menegaskan bahwa capaian kelembagaan dipahami sebagai amanah yang harus disyukuri dan dikelola secara bertanggung jawab.

Dalam laporan kegiatan, Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK), Dr. H. Nawawi, M.Fil.I., menegaskan bahwa tasyakuran ini bukan sekadar seremoni tahunan. Ia menempatkannya sebagai bentuk kesadaran kolektif atas posisi strategis Kementerian Agama yang selama delapan dekade memberi legitimasi, rekognisi, dan ruang pengembangan bagi pendidikan tinggi keagamaan Islam.

“Banyak hal yang hanya dapat dilakukan di bawah naungan Kementerian Agama, mulai dari Pendidikan Profesi Guru, pengelolaan rumpun keilmuan agama, hingga rekognisi guru besar. Ini adalah nikmat kelembagaan yang patut disyukuri,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, dilaporkan pula perkembangan Gerakan Satu Wakaf Dana Abadi Pendidikan. Hingga kegiatan berlangsung, dana wakaf yang terhimpun melalui Badan Wakaf Indonesia (BWI) terus bertambah, mencerminkan meningkatnya partisipasi sivitas akademika dalam mendukung keberlanjutan pembiayaan pendidikan. Skema wakaf ini memungkinkan kontribusi inklusif, bahkan dengan nominal yang terjangkau, sebagai bagian dari ikhtiar kolektif membangun pendidikan jangka panjang.

Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Dr. H. Hepni, S.Ag., M.M., CPEM., dalam arahannya menekankan bahwa tasyakuran harus dimaknai secara substantif. Syukur, menurutnya, bukan berhenti pada pengakuan lisan, tetapi diwujudkan dalam praktik nyata, yakni pelayanan yang lebih baik, pengelolaan amanah yang profesional, serta inovasi berkelanjutan di bidang akademik dan tata kelola.

Ia juga menyoroti pentingnya kedisiplinan dan tanggung jawab kolektif sivitas akademika sebagai bagian dari etika syukur institusional. Data kehadiran pegawai dan dosen dalam kegiatan HAB disebutnya sebagai bahan evaluasi bersama, bukan untuk sanksi semata, melainkan untuk memperkuat budaya akademik yang akuntabel.

Lebih jauh, Rektor memaparkan arah strategis pengembangan Pascasarjana ke depan, termasuk penguatan program S2 dan S3, inovasi rekrutmen mahasiswa, serta sinergi fakultas dalam menghadapi tantangan persaingan pendidikan tinggi. Pascasarjana diharapkan tetap menjadi motor intelektual kampus yang adaptif, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol syukur atas HAB ke-80 Kementerian Agama dan ditempatinya Gedung Pascasarjana baru, dilanjutkan ramah tamah bersama seluruh undangan.

Melalui tasyakuran ini, UIN KHAS Jember menegaskan komitmennya untuk menjadikan momentum historis Kementerian Agama dan penguatan infrastruktur akademik sebagai pijakan menuju tata kelola pendidikan tinggi Islam yang unggul, inklusif, dan berkelanjutan.

Penulis: Atiyatul Mawaddah
Editor: Munirotun Naimah

;