Rektor UIN KHAS Jember Buka Festival Olahraga, Seni, dan Karya Mahasiswa (FOSKMA) Fakultas Dakwah
Humas - Suasana halaman Fakultas Dakwah UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember pada Senin (22/9/2025) pagi tampak semarak. Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Dr. Hepni, S.Ag., M.M., CPEM, secara resmi membuka Festival Olahraga, Seni, dan Karya Mahasiswa (FOSKMA) Fakultas Dakwah. Acara yang dimulai pukul 08.30 WIB itu dihadiri jajaran pimpinan universitas, mulai dari Wakil Rektor III, Dekan Fakultas Dakwah, para wakil dekan, kepala bagian tata usaha, para ketua jurusan, koordinator program studi, dosen, hingga tenaga kependidikan.
Dalam sambutannya, Prof. Hepni menekankan pentingnya membangun mental juara di kalangan mahasiswa. Ia menyemangati para kontingen FOSKMA dari lima program studi, yakni Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), Manajemen Dakwah (MD), Psikologi Islam (PI), serta Bimbingan dan Konseling Islam (BKI).
“Tidak boleh mengeluh ketika kita menghadapi tantangan dalam lomba. Kita harus percaya pada potensi diri untuk menciptakan mental juara,” ujar beliau. Rektor kemudian memperkenalkan akronim LOMBA sebagai filosofi kompetisi: Loyalitas, Open minded, Meaningful, Brilliant, dan Achievement.
Menurut Prof. Hepni, loyalitas berarti menjunjung aturan kompetisi dan melatih disiplin diri. Open minded dimaknai sebagai keterbukaan terhadap kreativitas serta keberanian mengeluarkan kemampuan terbaik. Sementara itu, meaningful menekankan perlunya kebermaknaan kompetisi, tidak hanya sebagai ajang unjuk keterampilan, tetapi juga sarana memberi dampak positif bagi diri dan lingkungan. Sikap brilliant, lanjut beliau, mencirikan pribadi yang tidak gentar menghadapi tantangan, tetapi justru mencari solusi cerdas untuk menaklukkannya. Terakhir, achievement adalah tekad untuk meraih prestasi, menghadirkan capaian baru dalam perjalanan akademik mahasiswa.
Dekan Fakultas Dakwah, Prof. Dr. Fawaizul Umam, M.Ag. menambahkan bahwa FOSKMA bukan sekadar kegiatan internal, melainkan wahana strategis untuk menemukan bibit unggul mahasiswa. “FOSKMA adalah ajang seleksi terbaik. Pemenang akan mewakili fakultas ke tingkat universitas, dan jika terus bertahan, mereka akan tampil di tingkat nasional. Kalian semua adalah pilihan terbaik,” ungkap beliau.
FOSKMA 2025 menghadirkan 11 cabang lomba yang menggabungkan bidang olahraga, seni, dan akademik. Kompetisi tersebut meliputi Orasi Kerakyatan, Desain Poster, Kaligrafi, Film Pendek, Karya Tulis Ilmiah, Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) 10 Juz, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Da’i/Da’iyah, Tenis Meja, Bulu Tangkis, serta Futsal.
Dengan ragam cabang lomba ini, FOSKMA diharapkan tidak hanya menjadi arena adu keterampilan, tetapi juga ruang pembentukan karakter mahasiswa Fakultas Dakwah yang berdaya saing, kreatif, dan berintegritas.
Penulis: Atiyatul Mawaddah
Editor: Munirotun Naimah




