MoU UIN KHAS Jember–MAN 1 Probolinggo: Membuka Jalan Kolaborasi Prestasi dan Akses Pendidikan
Humas - Langkah kecil sering kali menjadi pintu bagi perubahan besar. Itulah suasana yang terasa di Gedung BEC Lantai 1 UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember, Rabu, 28 Januari 2026, saat UIN KHAS Jember dan MAN 1 Probolinggo resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama kelembagaan.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini, dihadiri Wakil Rektor III UIN KHAS Jember, para Wakil Dekan III dari seluruh fakultas, serta jajaran pimpinan MAN 1 Probolinggo (mulai dari Kepala Madrasah, Kepala Tata Usaha, Wakil Kepala bidang Kurikulum, Kesiswaan, dan Humas, hingga tim pendamping). Forum tersebut menjadi ruang temu dua institusi pendidikan yang sama-sama menaruh perhatian pada penguatan mutu peserta didik, baik secara akademik maupun non-akademik.
Wakil Rektor III UIN KHAS Jember, Dr. Khoirul Faizin, M.Ag., menegaskan bahwa MoU bukan sekadar dokumen administratif, melainkan “pintu masuk” bagi berbagai bentuk kemudahan dan peluang. Menurutnya, UIN KHAS Jember sangat terbuka menerima lulusan MAN 1 Probolinggo yang memiliki prestasi, termasuk di bidang non-akademik.
“Yang punya prestasi non-akademik, juara ini itu, atau pernah menjadi pengurus OSIS, silakan. Semua itu menjadi nilai tambah dan akan kami prioritaskan. MoU ini membuka ruang untuk semuanya,” ujarnya dalam sambutan yang disampaikan dengan gaya cair namun substansial.
Ia menambahkan, UIN KHAS Jember saat ini mengemban amanah mengelola lebih dari 17 ribu mahasiswa, dengan lima fakultas dan puluhan program studi, termasuk program magister dan doktoral. Bahkan, UIN KHAS Jember telah menerima mahasiswa internasional dari Patani (Thailand), Nigeria, dan Bangladesh.
Tak hanya soal penerimaan mahasiswa baru, kerja sama ini juga mencakup program magang siswa, PLP, pertukaran pengalaman kelembagaan, hingga peluang studi lanjut bagi guru dan tenaga kependidikan. Dr. Khoirul Faizin menekankan prinsip saling memudahkan sebagai fondasi utama kolaborasi.
“Tidak ada pilihan lain kecuali sama-sama bersinergi membangun bangsa. Kita saling memudahkan. Dengan MoU ini, semoga kami bisa memfasilitasi sebanyak mungkin,” katanya.
Isu akses pendidikan turut menjadi perhatian. Dalam forum tersebut, Wakil Rektor III menyampaikan bahwa UIN KHAS Jember masih menyediakan skema UKT terendah hingga Rp400 ribu per semester, dengan penyesuaian berdasarkan kemampuan ekonomi mahasiswa. Kebijakan ini, menurutnya, merupakan bagian dari tanggung jawab moral kampus dalam memastikan pendidikan tinggi tetap inklusif.
Kepala MAN 1 Probolinggo, Mudakkir, S.Pd., M.M., menyambut baik penandatanganan MoU ini. Ia memandang kerja sama dengan UIN KHAS Jember sebagai kesempatan strategis untuk membuka wawasan siswa dan memperluas akses mereka ke pendidikan tinggi, sekaligus memperkuat jejaring institusi.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Wakil Rektor III UIN KHAS Jember dan Kepala MAN 1 Probolinggo, disaksikan seluruh peserta kegiatan. Momentum ini menandai komitmen bersama untuk menurunkan kesepakatan umum ke dalam kerja sama teknis melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) di tingkat fakultas dan unit terkait.
Lebih dari seremoni, kegiatan ini menghadirkan pesan sederhana namun kuat, yakni kolaborasi pendidikan tidak selalu dimulai dari program besar, tetapi dari kesediaan untuk membuka pintu, mendengar, dan saling memberi ruang. Dari Gedung BEC pagi itu, sebuah ikhtiar bersama dirajut agar akses, prestasi, dan mutu pendidikan dapat tumbuh beriringan.
Penulis: Atiyatul Mawaddah
Editor: Munirotun Naimah




