info@uinkhas.ac.id (0331) 487550

Kurikulum Berbasis Cinta, Ikhtiar Bersama Tingkatkan Mutu Pendidikan Madrasah

Home >Berita >Kurikulum Berbasis Cinta, Ikhtiar Bersama Tingkatkan Mutu Pendidikan Madrasah
Diposting : Senin, 22 Sep 2025, 12:16:26 | Dilihat : 878 kali
Kurikulum Berbasis Cinta, Ikhtiar Bersama Tingkatkan Mutu Pendidikan Madrasah


Humas - Madrasah tidak hanya menjadi benteng pendidikan agama, tetapi juga ruang untuk melahirkan generasi yang utuh, yakni berilmu, berakhlak, sekaligus berkarakter. Komitmen itu ditegaskan melalui Workshop Peningkatan Mutu Pendidikan Madrasah melalui Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta yang diselenggarakan berkat kerja sama UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, Kementerian Agama Kabupaten Jember, serta Persatuan Guru Madrasah (PGM).

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (20/9/2025) di MA Al Amien Jember itu diikuti oleh guru madrasah dari berbagai jenjang, mulai RA, MI, MTs, hingga MA, khususnya dari wilayah Jember Selatan. Kehadiran mereka menjadi tanda bahwa pendidikan berbasis nilai dan afeksi kini menjadi perhatian bersama.

Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Dr. H. Hepni, S.Ag., M.M., CPEM, dalam sambutannya menegaskan urgensi kolaborasi lintas lembaga di bawah naungan Kementerian Agama. “Madrasah adalah mitra strategis perguruan tinggi keagamaan Islam. Tidak hanya di UIN KHAS Jember, tetapi juga di seluruh PTKIN di Indonesia. Karena itu, kerja sama untuk meningkatkan kebermaknaan dan keberdampakan harus terus dilanjutkan,” ujar beliau.

Penegasan itu diperkuat oleh Wakil Rektor I, Prof. Dr. M. Khusna Amal, S.Ag., M.Si., saat menutup acara. Ia mengajak para guru madrasah untuk melanjutkan pendidikan di UIN KHAS Jember, baik bagi siswanya di jenjang S1 maupun bagi guru yang ingin menempuh studi S2. 

“Jika ingin memiliki kompetensi menulis yang khas, belajarlah di UIN KHAS Jember. Kami berkomitmen menghadirkan penulis-penulis handal yang akan mendampingi mahasiswa. Banyak kelebihan kampus ini yang menjadikannya pilihan utama,” ungkap beliau.

Tiga narasumber utama mengisi workshop tersebut, yakni Moh. Nurhuda, S.Ag., M.Pd.I, Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Jember, menjelaskan pentingnya Deep Learning yang menekankan pada pemahaman mendalam, bukan sekadar hafalan. Ia mengaitkannya dengan Kurikulum Berbasis Cinta, di mana pembelajaran tidak hanya menyentuh aspek kognitif, tetapi juga afektif dan spiritual, sehingga peserta didik belajar dengan hati, bukan hanya pikiran.

Narasumber kedua, Drs. Zurni, S.Pd., M.M.Pd, Ketua Pokjawas Madrasah Nasional Kemenag RI, memaparkan Petualangan Pancacita sebagai kerangka implementasi Kurikulum Berbasis Cinta. Konsep ini menggarisbawahi lima cita utama yang harus dijalani pendidik yakni cinta Tuhan, cinta diri sendiri dan sesama, cinta ilmu pengetahuan, cinta lingkungan dan cinta tanah air. Menurutnya, pendidikan hanya akan bermakna jika kelima unsur itu berjalan harmonis dalam keseharian madrasah.

Dan narasumber terakhir, Ning Khilma Anis, penulis novel fenomenal Hati Suhita, membawa suasana berbeda dengan pembahasan “Berkarya Dengan Cinta”. Dengan narasi reflektif, ia menekankan pepatah Jawa, “Yen seneng bakal langgeng.” Baginya, cinta adalah energi keberlanjutan. Ia membagi pengalaman pribadi sebagai guru dan penulis yang bekerja penuh cinta, hingga karya yang dilahirkannya “mencintai kembali” dirinya. Dari ruang kelas sederhana, lahirlah Hati Suhita, yang kini menjelma menjadi buku, film, dan serial.

Suasana akademik yang hangat berpadu dengan sentuhan inspiratif dari para pemateri. Guru-guru madrasah tidak hanya mendapatkan materi konseptual, tetapi juga pengalaman praktis dan refleksi mendalam tentang arti pendidikan berbasis cinta. Workshop ini ditutup dengan keyakinan baru bahwa mutu madrasah tidak hanya diukur dari standar akademik, tetapi juga dari seberapa jauh cinta menyertai proses belajar dan mengajar. 

Penulis: Atiyatul Mawaddah
Editor: Munirotun Naimah 

;