Republik Mahasiswa UIN KHAS Jember Resmi Dilantik, Usung Arah Baru Gerakan Kolaboratif
Humas - Pelantikan Republik Mahasiswa Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember berlangsung pada Selasa, 14 April 2026, di Gedung Kuliah Terpadu (GKT). Mengusung tema “Navigasi Baru Gerakan Mahasiswa: Merajut Konstitusi, Menggerakkan Transformasi Kolaborasi”, kegiatan ini menjadi penanda awal arah baru gerakan mahasiswa yang diharapkan lebih progresif dan terbuka terhadap kerja sama lintas elemen.
Sejumlah unsur kemahasiswaan hadir dalam agenda tersebut. Mulai dari Wakil Rektor III, jajaran Senat Mahasiswa (SEMA), Dewan Mahasiswa (DEMA) tingkat fakultas dan universitas, Organisasi Mahasiswa (Ormawa), Unit Kegiatan Pengembangan Keilmuan (UKPK), hingga perwakilan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS). Kehadiran mereka menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar pergantian kepengurusan, melainkan momentum konsolidasi gerakan.
Dalam prosesi tersebut, Bahrul Ulum dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Mahasiswa Universitas (DEMA-U) atau Presiden Mahasiswa, didampingi Zainul Hasan dari Fakultas Dakwah sebagai Wakil Presiden Mahasiswa. Sementara itu, kursi Ketua Senat Mahasiswa Universitas (SEMA-U) diamanahkan kepada Muhammad Oki Mabruri.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Dr. Khoirul Faizin, M.Ag, mengingatkan bahwa orientasi kepemimpinan mahasiswa tidak semestinya bertumpu pada apa yang diberikan institusi. Sebaliknya, mahasiswa dituntut menghadirkan kontribusi nyata bagi kampus.
“Pertanyaannya bukan lagi apa yang kampus berikan, tetapi apa yang bisa mahasiswa berikan selama masa jabatan. Di situlah letak kepemimpinan yang proaktif, inovatif, dan berorientasi pada pengabdian,” katanya.
Sementara itu, Wakil Presiden Mahasiswa, Zainul Hasan menekankan pentingnya membangun suasana organisasi yang kondusif dan inklusif. Menurut dia, kepemimpinan mahasiswa harus mampu menjamin terpenuhinya hak-hak mahasiswa sekaligus menjaga ruang dialog yang sehat.
“Saya berharap kepemimpinan ke depan berjalan lebih kondusif sehingga mahasiswa mendapatkan hak-haknya. Jangan pernah berhenti berproses, karena proses adalah awal dari kesuksesan,” ujarnya.
Pesan serupa datang dari mantan Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa UIN KHAS Jember, Zainul Ansori. Ia mengajak mahasiswa untuk menjadi pribadi ulul albab, yakni sosok yang mampu memadukan kecerdasan intelektual dan kedalaman spiritual. Ia mengibaratkan mahasiswa seperti ikan di laut yang tetap tawar meski hidup di tengah air asin, yang berarti teguh pada prinsip di tengah arus dinamika.
Pelantikan ditutup dengan pembacaan ikrar oleh seluruh pengurus yang baru dilantik. Ikrar tersebut menjadi simbol komitmen untuk menjaga integritas, meneguhkan tanggung jawab, serta mengemban amanah organisasi secara profesional.
Lebih dari sekadar seremoni administratif, pelantikan ini menandai titik awal kepemimpinan baru yang diharapkan mampu merawat nilai, memperkuat kolaborasi, dan menghadirkan kontribusi nyata bagi kemajuan UIN KHAS Jember.
Penulis: Atiyatul Mawaddah
Editor: Munirotun Naimah



