Rapat Teknis Lentera Ramadhan UIN KHAS Jember, Siapkan Lapak Edukasi Nilai-Nilai Takwa di Tujuh Masjid
Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember (UIN KHAS) Jember mematangkan program Lentera Ramadhan: Lapak Edukasi Nilai-Nilai Takwa melalui rapat koordinasi teknis yang digelar secara daring via Zoom, Jumat, 27 Februari 2026, pukul 09.00 WIB. Rapat ini menjadi forum konsolidasi akademik dan teknis menjelang pelaksanaan kegiatan yang akan berlangsung pada 2–13 Maret 2026.
Program Lentera Ramadhan dirancang sebagai ruang pelayanan dan edukasi keagamaan berbasis masjid. Selama dua pekan, Senin hingga Jumat pukul 09.00–15.00 WIB, tim konsultan akan hadir di tujuh masjid di Kabupaten Jember: Masjid Al-Barokah Kalisat, Masjid Raudhotul Muhlisin, Masjid Al-Barokah Jelbuk, Masjid Baitul Muttaqin Ambulu, Masjid Al-Muhlisin Silo, Masjid Darul Muttaqin Tanggul, dan Masjid Al-Baitul Amin Jember.
Di setiap masjid, UIN KHAS Jember menyiapkan “lapak” konsultasi keagamaan. Materi layanan meliputi bimbingan puasa, zakat, wakaf, infak, sedekah, sholat musafir, hingga pernikahan. Secara khusus, tema keluarga maslahat dan pernikahan akan ditangani oleh penyuluh dan penghulu yang terlibat dalam tim, sehingga konsultasi tidak berhenti pada tataran normatif, tetapi juga menyentuh aspek regulatif dan praksis.
Struktur tim disusun secara kolaboratif. Untuk Masjid Al-Barokah Kalisat, misalnya, tim diketuai Ahmad Badrus Sholihin, M.A., dengan empat anggota dosen lintas disiplin. Di Masjid Raudhotul Muhlisin, tim dipimpin Dr. H. Mahrus, M.Pd.I., bersama akademisi dan unsur takmir. Pola serupa diterapkan di lima masjid lainnya, dengan masing-masing ketua tim dan empat anggota yang berasal dari latar belakang pendidikan, hukum, ekonomi syariah, hingga kesehatan.
Kolaborasi ini melibatkan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember. Dr. Tholabi selaku Bimas Islam dalam forum tersebut menyampaikan bahwa pihaknya telah menunjuk kepala KUA di tujuh kecamatan sebagai person in charge (PIC) kegiatan. Para kepala KUA kemudian menugaskan penyuluh dan penghulu di wilayahnya untuk didelegasikan menjadi tim konsultan. Setiap PIC diminta menyusun jadwal kehadiran anggota tim agar layanan berjalan efektif dan terukur.
Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Dr. H. Hepni, S.Ag., M.M., CPEM., dalam arahannya mengapresiasi komitmen dan partisipasi seluruh tim, baik dari unsur kampus maupun Kementerian Agama Jember. Ia menilai program ini bukan sekadar agenda seremonial Ramadhan, melainkan wujud nyata pengabdian akademik kepada masyarakat. Sinergi ini, menurutnya, memperlihatkan model dakwah kampus yang kolaboratif dan responsif terhadap kebutuhan umat.
Menariknya, Lentera Ramadhan tidak hanya menghadirkan layanan konsultasi. Para konsultan dari UIN KHAS Jember juga siap diminta mengisi kultum, menjadi imam sholat berjamaah, atau terlibat dalam kegiatan Pondok Ramadhan di masjid setempat. Dengan demikian, kehadiran kampus di tengah masyarakat tidak terbatas pada meja konsultasi, tetapi juga menyatu dalam denyut ibadah harian.
Dengan desain yang terstruktur, kolaborasi lintas institusi, serta orientasi pada penguatan keluarga maslahat, Lentera Ramadhan diharapkan menjadi model dakwah edukatif berbasis kampus yang berkelanjutan.
Penulis: Atiyatul Mawaddah
Editor: Munirotun Naimah



