info@uinkhas.ac.id (0331) 487550

Gebyar Ramadan Dharma Wanita UIN KHAS Jember: Merajut Kepedulian, Meneguhkan Cinta Al-Qur’an

Home >Berita >Gebyar Ramadan Dharma Wanita UIN KHAS Jember: Merajut Kepedulian, Meneguhkan Cinta Al-Qur’an
Diposting : Selasa, 10 Mar 2026, 09:55:25 | Dilihat : 80 kali
Gebyar Ramadan Dharma Wanita UIN KHAS Jember: Merajut Kepedulian, Meneguhkan Cinta Al-Qur’an


Humas - Suasana Ramadan terasa hangat di Masjid Sunan Ampel UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember pada Senin, 9 Maret 2026. Dharma Wanita Persatuan (DWP) UIN KHAS Jember menggelar Gebyar Ramadan yang memadukan kegiatan spiritual dan sosial dalam satu rangkaian acara.

Kegiatan yang dimulai pukul 14.00 WIB itu menjadi bagian dari pertemuan rutin bulanan DWP sekaligus program Jumat Berkah dan peringatan Nuzulul Qur’an. Mengusung tema “Berbagi di Bulan Suci Ramadan, Sucikan Hati, Bersihkan Diri, dan Raih Berkah Pahala,” kegiatan ini diisi dengan khotmil Al-Qur’an, berbagi takjil, tausiyah Ramadan, santunan yatim dan dhuafa, serta buka puasa bersama.

Sejak awal acara, para anggota Dharma Wanita Persatuan yang hadir langsung mengikuti khotmil Al-Qur’an secara serentak. Panitia membagikan juz bacaan kepada para jamaah yang telah hadir, sehingga lantunan ayat suci Al-Qur’an pun mengalun bersama di dalam masjid, menghadirkan suasana khusyuk sekaligus penuh kebersamaan.

Ketua DWP UIN KHAS Jember, Hj. Luluk Sulthoniyah Hepni, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk ikhtiar memperkuat nilai spiritual sekaligus kepedulian sosial di lingkungan kampus. Ramadan, menurutnya, menjadi momentum penting untuk menumbuhkan semangat berbagi sekaligus mempererat silaturahmi di antara keluarga besar UIN KHAS Jember.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan Ramadan yang tidak hanya dirasakan secara pribadi, tetapi juga membawa manfaat bagi sesama,” ujarnya.

Dimensi sosial kegiatan ini tampak dalam aksi berbagi takjil yang dibagikan kepada para mahasiswa di Ma’had UIN KHAS Jember. Selain itu, DWP UIN KHAS juga memberikan santunan kepada sekitar 30 anak yatim dan dhuafa, sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Peringatan Nuzulul Qur’an dalam kegiatan ini menghadirkan KH. Mushodiq Fikri Faruq, pengasuh Pondok Pesantren Riyadlus Sholihin Jember, sebagai penceramah. Dalam tausiyahnya, kiai yang akrab disapa Gus Fikri itu mengajak jamaah untuk memahami kemuliaan Ramadan secara lebih mendalam.

Ia menjelaskan bahwa kemuliaan Ramadan tidak semata-mata terletak pada kewajiban puasa yang dijalankan umat Islam, melainkan karena pada bulan inilah Al-Qur’an diturunkan sebagai sumber petunjuk dan keberkahan bagi manusia.

“Ramadan menjadi mulia karena Allah sendiri yang memuliakannya dengan turunnya Al-Qur’an. Karena itu, siapa pun yang terhubung dengan Al-Qur’an akan mendapatkan keberkahan,” tuturnya.

Dalam penjelasannya, Gus Fikri juga menekankan bahwa dalam Islam, ilmu tidak pernah berdiri sendiri. Al-Qur’an, menurutnya, selalu menempatkan ilmu berdampingan dengan iman dan akhlak. Tanpa keduanya, ilmu berpotensi kehilangan arah dan bahkan dapat membawa kerusakan.

“Ilmu harus berjalan bersama iman dan akhlak. Itulah yang diajarkan Al-Qur’an. Ketika ilmu terlepas dari nilai-nilai tersebut, ia bisa kehilangan keberkahan,” jelasnya.

Kegiatan Gebyar Ramadan ini turut dihadiri oleh Ketua DWP UIN KHAS Jember Hj. Luluk Sulthoniyah Hepni, bersama para istri Wakil Rektor, yakni Etty Khusna Amal, Titik Ainur Rafiq, dan Naily Khoirul Faizin. Hadir pula para istri dekan dari berbagai fakultas, di antaranya Fakultas Dakwah, FTIK, FEBI, Syariah, dan FUAH, serta istri Ketua Senat, Direktur Pascasarjana, Wakil Direktur Pascasarjana, dan para istri pimpinan lembaga serta unit di lingkungan UIN KHAS Jember.

Setelah sholat maghrib berjama'ah, seluruh anggota DWP UIN KHAS Jember duduk bersama menikmati hidangan untuk berbuka puasa. Di tengah lantunan doa dan percakapan ringan, kegiatan Gebyar Ramadan DWP UIN KHAS Jember menjadi ruang silaturahmi yang mempererat hubungan kekeluargaan di lingkungan kampus.

Penulis: Atiyatul Mawaddah
Editor: Munirotun Naimah

;