info@uinkhas.ac.id (0331) 487550

Upacara Hari Lahir Pancasila, Rektor Ajak Refleksi Diri Implementasikan Ideologi Pancasila

Home >Berita >Upacara Hari Lahir Pancasila, Rektor Ajak Refleksi Diri Implementasikan Ideologi Pancasila
Diposting : Senin, 02 Jun 2025, 16:24:13 | Dilihat : 1735 kali
Upacara Hari Lahir Pancasila, Rektor Ajak Refleksi Diri Implementasikan Ideologi Pancasila


Humas - Bukan sekadar mengenang sejarah ataupun mengikuti seremonial kegiatan upacara hari nasional, Rektor Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember menyampaikan bahwa Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila juga merupakan momentum refleksi diri untuk terus mengimplementasikan ideologi. Hal tersebut disampaikan saat Upacara Hari Lahir Pancasila yang bertempat di Halaman Rektorat UIN KHAS Jember (02/06/2025). 

Bertandang sebagai Inspektur Upacara, Prof. Hepni, yang merupakan Rektor UIN KHAS Jember, menegaskan dalam amanatnya, ideologi negara yakni pancasila, kelima silanya sudah relevan dan tidak bertentangan dengan keagamaan. 

Rektor menjelaskan, Sila pertama, Ketuhanan yang Maha Esa yang sejalan dengan prinsip Tauhid. Islam menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, nilai-nilai keadilan dan ikhsan yang tersirat dalam sila kedua. "Innallaha ya'muru bil 'adli wal ihsan. Kita memang disuruh menegakkan keadilan dan kebaikan bagi semesta" Jelas Prof. Hepni

Islam juga mendorong semangat ukhuwah yang merupakan perwujudan dari Sila ketiga. "Seperti tiga ukhuwah dicetuskan oleh KH. Achmad Siddiq, ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathoniyah, ukhuwah basyariah. Ini jelas refleksi mendalam dari ulama besar yaitu KH. Achmad Siddiq" Lanjutnya.

Keempat adalah prinsip musyawarah dalam mengambil keputusan. Keputusan penting, kebijakan penting, yang diambil dari hasil musyawarah. Dan pada Sila kelima, Islam sangat konsen terhadap keadilan. 

Rektor juga mengatakan, lima ideologi yang luar biasa tersebut sesungguhnya bukan hanya pondasi tapi juga menjadi kompas moral yang selaras dengan prinsip agama, prinsip kemanusiaan, dan prinsip peradaban yang unggul. 

Di akhir penyampaian amanatnya, Rektor kembali mengajak merealisasikan kelima pancasila tersebut pada kehidupan sehari-hari masing-masing individu, terutama pada peserta upacara, yakni, seluruh civitas academica UIN KHAS Jember. 

Selain itu, Rektor menegaskan, komitmen bukan hanya dalam retorika tapi juga untuk aksi nyata. Karena seribu retorika akan dikalahkan oleh satu aksi nyata. 

Maka, dalam pesan penutupnya Prof. Hepni menyampaikan "Mari jadikan momentum ini sebagai gerakan menjadikan pancasila sebagai why of thinking, why of feelling, menuju Indonesia emas tanpa rasa cemas menuju Indonesia hebat yang bermartabat menuju Indonesia Raya yang dipercaya dan berjaya serta menjadi Indonesia baldatun thoyyibatun wa rabbun ghafur".

Penulis: Shirly Yusfi

Editor: Munirotun Naimah

 

;