“ILMU yang Menghidupkan” – Refleksi atas Pengukuhan Guru Besar Prof. Imam Machfudi
Humas - Dalam suasana penuh hikmat dan kebanggaan, pengukuhan Guru Besar Prof. Imam Machfudi di lingkungan UIN KHAS Jember menjadi momentum penting bagi institusi dan dunia akademik.
Lebih dari sekadar prosesi formal, peristiwa ini menghadirkan ruang refleksi atas makna sejati dari ilmu dan perjalanan intelektual yang tidak mudah.
Prof. Hepni, Rektor UIN KHAS Jember, dalam sambutan pengukuhannya menyampaikan rasa syukur yang mendalam. Bagi beliau, jabatan profesor memang merupakan capaian yang tinggi dalam karier akademik, namun yang lebih istimewa adalah proses panjang dan berliku yang harus ditempuh untuk meraihnya—mulai dari penulisan jurnal bereputasi seperti Scopus, hingga kontribusi nyata yang diharapkan masyarakat dari seorang ilmuwan.
“Profesor adalah jabatan biasa setelah Lektor Kepala,” ujar Prof. Hepni, “yang luar biasa adalah prosesnya. Karena ilmu yang tidak diamalkan justru akan membawa kerusakan paling besar bagi peradaban.” Ungkapan ini menjadi peringatan sekaligus panggilan, bahwa ilmu bukan untuk dikoleksi atau disimpan di rak-rak perpustakaan, tetapi harus ditransformasikan menjadi amal dan kemaslahatan.
Dalam pidato reflektifnya, Prof. Hepni menyampaikan akronim yang sangat menggugah: ILMU.
• I – Integritas: Kejujuran dan keutuhan moral dalam berilmu dan bertindak.
• L – Loyalitas: Kesetiaan kepada bidang keilmuan dan komitmen terhadap dampaknya bagi masyarakat.
• M – Meaningful (Kebermaknaan): Ilmu harus memberikan arti, manfaat, dan harapan bagi kehidupan.
• U – Ulet: Ketekunan dan semangat pantang menyerah dalam menempuh jalan akademik.
Bagi Prof. Hepni, ILMU bukan hanya kumpulan pengetahuan, tetapi adalah jalan menuju perubahan dan keberkahan. Seorang profesor bukan hanya simbol prestasi, tapi harus menjadi sumbu peradaban yang menyalakan lentera pencerahan.
Pengukuhan Prof. Imam Machfudimenegaskan bahwa kampus bukan sekadar tempat belajar, tetapi taman subur bagi lahirnya pemimpin-pemimpin pemikiran yang transformatif. Dan dari UIN KHAS Jember, semangat itu terus dijaga: membumikan ilmu, menghidupkan nilai, dan membangun masa depan.
Penulis: Moh. Nor Afandi
Editor: Munirotun Naimah




