Evaluasi Perdana Sosialisasi PMB 2026, UIN KHAS Jember Pacu Strategi dan Elektabilitas
Rapat Koordinasi dan Evaluasi Sosialisasi PMB 2026 di lingkungan UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember digelar pada Rabu, 25 Februari 2026, pukul 09.00 WIB hingga selesai, bertempat di Ruang Rapat Rektorat Lantai 1. Forum ini menjadi evaluasi perdana terhadap kerja-kerja sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) tahun 2026 sekaligus ruang konsolidasi strategi percepatan.
Rapat dihadiri Rektor Prof. Dr. H. Hepni, S.Ag., M.M., CPEM., Kepala Biro AUPK Dr. H. Nawawi, M.Fil.I., para Wakil Rektor, para Dekan dan Wakil Dekan, Direktur dan Wakil Direktur Pascasarjana, Kabag Umum dan Akademik, Kasubbag Layanan Akademik, para Kabag Fakultas, Kasubbag Pascasarjana, Kepala Pusat Informasi Data dan PMB, Ketua Tim Humas, Ketua Tim Sekretariat Rektorat, serta Tim Sosialisasi PMB 2026. Kehadiran lintas unsur pimpinan ini menegaskan bahwa PMB merupakan agenda strategis institusi, bukan sekadar kerja teknis kepanitiaan.
Dalam arahannya, Rektor menyampaikan bahwa model dan nuansa sosialisasi PMB tahun ini telah mengalami perubahan dan peningkatan yang cukup signifikan. Pola sosialisasi dirancang lebih sistematis, dengan kemasan kegiatan yang lebih kuat dan terstruktur di berbagai titik. Harapannya, gebyar sosialisasi tidak hanya ramai secara seremoni, tetapi juga efektif dalam konversi pendaftar. Rektor mendorong adanya peningkatan energi, penguatan strategi, serta soliditas tim, mengingat tantangan tahun ini dinilai tidak sama dengan periode sebelumnya.
Rektor memberikan tenggat tiga hari untuk melakukan langkah-langkah strategis lanjutan. Para koordinator diminta kembali menghubungi sekolah-sekolah yang telah disosialisasi, terutama yang terkendala teknis atau belum siap mendaftar. Pendampingan dari program studi juga ditekankan, agar calon mahasiswa mendapatkan arahan langsung sebelum menentukan pilihan. Kontak ulang maksimal tiga hari setelah kunjungan menjadi kesepakatan taktis yang harus dijalankan.
Sebanyak 12 wilayah menjadi prioritas sasaran sosialisasi. Selain itu, jalur siswa prestasi dan jalur kemitraan terus dioptimalkan, termasuk pembahasan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Strategi “launching one day one school” kembali ditegaskan, dengan melibatkan dai-dai andal untuk mengisi kultum dan pendekatan sosial-keagamaan di sekolah. Masa efektif sepuluh hari menjelang Idulfitri dipandang sebagai momentum krusial percepatan.
Wakil Rektor I, Prof. Dr. M. Khusna Amal, S.Ag., M.Si., menekankan pentingnya perancangan model anggaran yang tepat sekaligus kompetisi sehat antar fakultas. Fakultas didorong menggerakkan talenta internal untuk memperluas jejaring. Ia juga menyoroti urgensi peningkatan mahasiswa asing sebagai indikator elektabilitas menuju 20 besar. International Office (IO) disebut telah menjajaki sejumlah negara seperti Somalia, Ghana, Sudan, dan Ethiopia. Penambahan mahasiswa asing dipandang strategis untuk memperluas rekognisi internasional.
Wakil Rektor II, Dr. H. Ainur Rafik, M.Ag., memastikan dukungan anggaran. Skema talangan dana operasional sosialisasi dibuka guna mempercepat gerak lapangan. Simulasi pembiayaan mahasiswa asing juga dibahas, termasuk proyeksi living allowance yang dirancang berkelanjutan hingga empat tahun.
Wakil Rektor III, Dr. Khoirul Faizin, M.Ag., menambahkan bahwa pembahasan teknis anggaran mahasiswa asing masih dalam tahap diskusi lanjutan. Hingga saat ini, UIN KHAS Jember belum mendatangkan mahasiswa asing secara signifikan, sehingga diperlukan roadmap yang matang, termasuk petunjuk teknis terkait mahasiswa asing.
Beberapa praktik baik dari kampus lain dan pola kemitraan sekolah turut menjadi referensi, termasuk opsi mengundang kepala sekolah ke kampus serta pemutakhiran data sekolah yang telah menjalin MoU dan juga pembahasan mengenai skema jalur khusus.
Strategi peningkatan pendaftar lainnya meliputi penguatan sekolah binaan sejak awal pendampingan, penyelenggaraan lomba atau festival bagi siswa kelas XII, serta pemberian stimulasi kepada operator sekolah sebagai simpul kunci peningkatan jumlah pendaftar. Tracer bagi siswa yang belum menentukan pilihan juga menjadi perhatian, agar penyerataan pendaftar benar-benar menyasar calon mahasiswa yang serius memilih UIN KHAS Jember.
Penguatan kerja sama internasional turut dibahas, mulai dari kolaborasi dengan KBRI dan atase pendidikan, peluang beasiswa asing melalui Kementerian Agama dan lembaga internasional, hingga rencana double degree dengan kampus mitra. Pengalaman menerima mahasiswa Thailand sebelumnya menjadi rujukan bahwa peluang tersebut terbuka.
Evaluasi perdana ini menegaskan bahwa sosialisasi PMB bukan sekadar distribusi brosur atau tayangan video profil, melainkan kerja strategis membangun elektabilitas institusi. Dengan konsolidasi lintas unit dan tenggat tindak lanjut yang jelas, UIN KHAS Jember menargetkan peningkatan pendaftar yang tidak hanya kuantitatif, tetapi juga berkualitas dan berdaya saing.
Penulis: Atiyatul Mawaddah
Editor: Munirotun Naimah



