UIN KHAS kedatangan Guru Tamu dari Al Azhar Kairo
Humas - Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember hari Kamis (10/2) kedatangan guru tamu dari Universitas Al Azhar Kairo.
Sebanyak 36 guru tamu atau mab'uts dari Universitas Al Azhar Kairo telah tiba di Indonesia pada 3 Februari lalu. Setelah menjalani proses karantina, 36 guru tersebut ditugaskan di sejumlah lembaga pendidikan Islam di Indonesia. 14 orang ditugaskan di Perguruan Tinggi Keagamaan (PTKI), 14 orang di pesantren, dan 8 orang di madrasah. Salah satunya di Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.
Rektor bersama pimpinan UIN KHAS Jember menyambut kedatangan Syeikh Thoha Romadhon dengan hangat.
Rektor UIN KHAS mengaku senang dengan kehadiran guru tamu dari Universitas Al Azhar. Apalagi di UIN terdapat program studi Pendidikan Bahasa Arab dan Bahasa dan Sastra Arab.
"UIN KHAS butuh native asli untuk mengembangkan kompetensi mahasiswa khususnya di bidang bahasa Arab" ungkapnya.
Syeikh Thoha dalam kesempatan itu juga menyampaikan syukur sudah diterima dengan baik.
"Rasa syukur yang tak terhingga sudah menerima kami dengan hangat sebagai utusan dari Al Azhar Mesir, semoga bisa bekerja sama dengan baik hingga akhir" ujar Thoha.
Seperti dikutip di laman resmi Kementerian Agama, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendis Kemenag RI, Rohmat Mulyana mengatakan bahwa keberadaan penutur asli tersebut diharapkan mampu meningkatkan kompetensi peserta didik berbahasa Arab. Rohmat juga mengharapkan dengan adanya guru tamu Al Azhar mampu memotivasi peserta didik agar mencintai bahasa Arab.
Kerjasama Kementerian Agama dengan Universitas Al Azhar ini sudah terjalin lama. Sejarah hubungan baik Indonesia dengan Mesir semenjak pengakuan Mesir atas kemerdekaan Indonesia tahun 1945.
Hubungan tersebut dijaga dengan baik salah satunya melalui program penempatan mab'uts dan pengiriman mahasiswa kuliah di Universitas Al Azhar. Mab'uts merupakan bentuk pengabdian para mahasiswa dan atau dosen Universitas Al Azhar Kairo. Penugasan ini melalui seleksi yang dilakukan pihak Al Azhar Mesir.
Mab'uts akan mengabdi selama tiga tahun di Indonesia. Walaupun demikian, akan tetap dilakukan evaluasi tiap tahunnya. (Humas/Ima)




