info@uinkhas.ac.id (0331) 487550

Respon Isu Gender, PSGA UIN KHAS Jember Gelar Kajian

Home >Berita >Respon Isu Gender, PSGA UIN KHAS Jember Gelar Kajian
Diposting : Rabu, 07 Jun 2022, 14:43:38 | Dilihat : 1180 kali
Respon Isu Gender, PSGA UIN KHAS Jember Gelar Kajian


Humas - Maraknya kasus gender acapkali membuat sebagian masyarakat resah, merespon hal itu Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember gelar kegiatan di Lantai Dua GKT. Sabtu, 4 Juni 2022 lalu.

Kegiatan yang dikemas dengan Kajian Gender itu mangusung tema “Rethinking Gerakan Gender Mainstreaming Untuk Mewujudkan Perguruan Tinggi Responsive Gender”, sebagai jawaban atas isu-isu gender yang kerap kabur dalam menghormati hak orang lain terutama perempuan.

Rektor UIN KHAS Jember Prof. Dr. Babun Suharto mengatakan, kajian tersebut penting dilakukan, mengingat sejumlah kasus gender di Indonesia kekinian kerap menjadi trending topik.

Prof. Babun menambahkan, Perguruan Tinggi mustinya juga terbebas dari kasus gender. “yang paling penting adalah sebuak karya yang nyata, bukan kata tanpa karya,”. Ungkapnya.

Berdasarkan pantauan jurnalis Humas, kajian ini  menghadirkan dua narasumber. Di antaranya KH. Imam Nakha’i Komisioner Komnas Perempuan dan Dr. Amanah Nurish Antropolog Islam dan Dosen Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia.

KH. Nakha’i dalam pemaparannya menerangkan, hakikat penciptaan manusia adalah untuk beribadah kepada Allah SWT. Perempuan dan laki-laki memilik hak yang sama, dan Budaya patriarki yang masih sering terjadi di Indonesia merupakan akibat dari krisisnya pengetahuan tentang hakikat penciptaan itu.

“Laki-laki dan Perempuan itu memiliki peran yang sama dalam tiga kategori, Al Insaniyyah, Al Akramiyyah, dan Al Afdholiyyah,”. Terangnya

Senada dengan Kiai Nakha’I, Dr. Amanah Nurish didepan 40 peserta kajian menegaskan, dalam konteks keadilan dan kemanusiaan, semua manusia baik laki-laki maupun perempuan berhak mendapatkan hak yang sama.

Berdasarkan temuannya, Amanah Nurish mengurai setidaknya empat akar problem gender ditengah masyarakat. Pertama dogma agama yang salah interpretasi, Kedua kebijakan di level lokal yang tidak memihak kepada kesetaraan gender, Ketiga minimnya kesadaran kolektif terkait gender, dan yang terakhir problem strukturan yang ada di masyarakat.

“Kita tetap berupaya dan mengedukasi masyarakat,” tutupnya. (humas/dnb)

Berita Terbaru

Jalur RPL UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember Buka Jalan Kuliah Hemat, Lulus Kilat!
02 Apr 2026By humas
Dorong Transformasi Digital, UIN KHAS Jember Kaji Layanan Berbasis AI
02 Apr 2026By humas
UIN KHAS Jember Perkuat Ekosistem Riset dan Beasiswa, Arahkan SDM Menuju Indonesia Emas 2045
02 Apr 2026By humas

Agenda

Informasi Terbaru

Belum ada Informasi Terbaru

Lowongan

;