Life Style Halal, Khofifah Minta UIN KHAS Turut Andil
Humas – Rektor bersama jajarannya melakukan kunjungan ke Grahadi Surabaya, kamis (24/6). Disambut hangat oleh gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Silaturahim ini dalam rangka untuk memperkuat sinergi dan koordinasi mengenai peningkatan mutu dan kualitas kelembagaan.
Dalam acara singkat dan terbatas ini, Rektor UIN KHAS Jember, Babun Suharto menyampaikan mengenai alih status IAIN Jember menjadi UIN Kiai Haji Achmad Siddiq. Banyak perkembangan yang terjadi di antaranya pendaftaran mahasiswa baru tahun ini hampir 23.000 peminat. Tak hanya program sarjana, akan tetapi program S2 dan S3.
“Jumlah calon mahasiswa baru jalur beasiswa Madin sekitar 300 pendaftar, akan tetapi yang diterima hanya 20 orang. Ini merupakan capaian tertinggi di Jawa Timur” ungkap Babun Suharto.
Selain itu, peningkatan sarana dan prasarana terus dilakukan. Di antaranya Halal Center yang dikawal oleh Dr. Mastuki selaku Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Kementerian Agama.
Dalam Kesempatan ini pula, Khofifah juga memaparkan mengenai persoalan halal.yang diakui oleh World Trade Organization (WTO). “Halal menjadi Life Style, Misalnya hewannya halal, cara memperolehnyapun juga halal. Akan tetapi perlu diperhatikan lagi cara menyembelihnya. Banyak Rumah Penyembelihan Hewan (RPH) tidak halal” tandasnya.
Latar belakang adanya ‘JULEHA’ atau Juru Sembelih Halal ini karena masih banyak proses penyembelihan yang tidak sesuai syariat Islam. “Masih banyak di pasar-pasar yang dagingnya terlihat halal tapi proses penyembelihannya tidak halal” ungkapnya. Dalam hal ini khofifah berharap UIN KHAS turut andil menjadi pionir di masyarakat untuk melaksanakan pelatihan penyembelihan hewan menjelang idul adha ini.
Khofifah menyampaikan bahwa Negara Thailand merupakan dapur halalnya dunia. Hampir di seluruh negara memiliki produk milik Thailand. Ia mengajak para akademisi kampus untuk melihat Islamic Finance Stower. “Transaksi syariah saat ini bukan hanya negara arab ataupun timur tengah karena transaksi ini sama sekali tidak terkait dengan agama” imbuhnya.
Hal itu disampaikan untuk menyongsong pertumbuhan tingkat perekonomian terbesar di tahun 2050. “Kita harus berperan penting untuk meningkatkan perekonomian melalui small bussines seperti UKM. Oleh karena itu dengan pesatnya teknologi saat ini, mahasiswa khususnya harus dibekali dengan literasi digital yang kuat, sehingga UKM-UKM yang ada semakin berkembang.
Acara Silaturahim dan Koordinasi ini ditutup dengan penyerahan cindera mata dan salinan Peraturan Presiden republik Indonesia Nomor. 44 Tahun 2021 tentang Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember. (Humas/Naimah).




