Kolokium Pemikiran Kiai Haji Achmad Siddiq
Humas – Selasa (25/1) Pusat Moderasi Beragama UIN KHAS Jember mengadakan webinar dengan narasumber Duta Besar RI untuk Tunisia, Gus Zuhairi Misrawi, Guru Besar UIN SATU Tulungagung, Prof. Syamsun Ni'am dan Kabag. Hubungan Luar Negeri Kementerian Agama, Dr. Khoirul Huda Basyir. Acara ini mengangkat tema "Kolokium Pemikiran Kiai Haji Achmad Siddiq: Khittah Wasatiyah, Pergulatan Pemikiran Keislaman, Kebangsaan dan Kemanusiaan."
Dalam pemaparannya, Zuhairi Misrawi menekankan bahwa pemikiran KH. Achmad Siddiq tentang persaudaraan (Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Wathaniyah, dan Ukhuwah Basyariyah/Insaniyah) adalah senjata yang sangat ampuh dan dahsyat dalam diplomasi internasional. Oleh karena itu, UIN KHAS Jember harus membuat satu buku khusus yang serius mensyarahi (mengupas tuntas) pemikiran Trilogi Ukhuwwah KH. Achmad Siddiq tersebut.
"Nanti saya sebagai Dubes Tunisia siap untuk menerjemahkan buku tersebut ke dalam bahasa Arab, Inggris, dan Prancis, serta menyebarkannya ke publik internasional."
Lebih jauh, Pak Dubes menekankan pentingnya pemikiran KH. Achmad Siddiq sebagai maqashid syariah, sebuah ushul fiqh yang khas Indonesia, maka harus dikaji secara tuntas.
"Pusat Moderasi Beragama UIN KHAS Jember tidak usah aneh-aneh mengutip pemikir luar. Fokus saja menggali pemikiran KH. Achmad Siddiq, maka UIN KHAS akan menjadi pusat kajian keislaman Indonesia, bahkan dunia," pungkas Zuhairi Misrawi.
Sementara itu, Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Dr. Babun Suharto, menjawab dengan lugas tantangan dari Gus Zuhairi. "Kami siap untuk menggodok pemikirin KH. Achmad Siddiq dengan lebih serius, khususnya fokus kepada Trilogi Ukhuwwah itu. Karena ini memang sudah menjadi keniscayaan bagi kami sebagai santri dan pengikut beliau. Sehingga UIN KHAS Jember tidak sekadar nama saja, melainkan juga benar-benar konsisten menduniakan pemikiran-pemikiran dan gagasan KH. Achmad Siddiq."
Selanjutnya, pemateri kedua, Dr. Khairul Huda Basyir, menekankan pentingnya gagasan KH. Achmad Siddiq tentang asas tinggal Pancasila sebagai sebuah komunikasi politik yang sangat brilian. "Gagasan beliau itu adalah sebuah anugerah yang sangat besar bagi bangsa ini, sehingga disintegrasi dan perang saudara atas nama SARA bisa dihindarkan" ujarnya.
Sementara itu, pemateri ketiga, Prof. Syamsun Ni'am, meng-higlight pentingnya para civitas akademika UIN KHAS Jember untuk terus menggali dan mempublikasikan pemikiran dan gagasan KH. Achmad Siddiq. "Saya sudah banyak menulis tentang beliau. Tapi sampai saat ini saya yakin bahwa masih banyak sisi-sisi dan aspek-aspek pemikiran beliau yang belum digali. Oleh karena itu, Pusat Moderasi Beragama UIN KHAS Jember harus menjadi lokomotif dalam upaya ilmiah yang serius dan sistematis" pungkasnya.
Usai acara, kepala pusat moderasi beragama UIN KHAS Jember, Ahmad Badrus Sholihin, menyatakan bahwa kolokium ini adalah awal dari acara-acara berikutnya yang akan digelar untuk memperingati Dies Natalis ke-56 UIN KHAS Jember. "InsyaAllah setelah ini kami akan mengadakan bedah buku dan beberapa acara lainnya. Semoga bisa terlaksana dengan maksimal." kata pria berkacamata itu. (Humas)




