KHDTK UIN KHAS Jember Berpeluang Jadi Sentral Edukasi Wisata
Humas – Eksistensi Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember (UIN KHAS) Jember dinilai akan menjadi sentral edukasi wisata.
Selain itu, di atas lahan seluas 100 hektar tersebut, bahkan dalam kurun waktu 10 hingga 15 tahun ke depan juga diprediksi signifikan dalam memacu pertumbuhan ekonomi bagi warga sekitar.
Eks Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Dede Rosyada mengatakan, pembangunan infrastruktur gedung kuliah, dan penambahan program studi pariwisata pada Fakultas Ekonimi dan Bisnis Islam mestinya dipercepat.
Ikhwal tersebut nantinya, akan membuka selebar-lebarnya peluang usaha bagi kampus sebagai Badan Layanan Umum (BLU), maupun masyarakat sekitar melalui kerjasama kemitraan. Terlebih, juga akan menambah status akreditas unggul bagi lembaga.
“Kalau itu sudah ada, Insya Allah KHDTK UIN KHAS Jember ini berpeluang besar menjadi tempat usaha atau bisnis tambahan bagi BLU, jangan lupa sosialisasi dan kerjasama dengan warga sekitar juga,” ucap Prof Dede saat menjadi narasumber pada kegiatan FGD Senat UIN KHAS Jember di Buper Glagah Arum, Senduro, Kabupaten Lumajang pada Sabtu, 2 Juni 2023.
Untuk itu, Profesor Nur Syam menambahkan, sebagai langkah awal sebaiknya segera melakukan pemetaan lahan. Bukan perihal mudah, kata Prof Syam, meski terdengar mudah, pemetaan nantinya butuh tim khusus pertanahan yang profesional.
Sementara itu, Bupati Lumajang mengaku optimis, selain sebagai kawasan penelitian dan pariwisata. Kampus Dua UINK HAS Jember justru akan berubah menjadi kawasan dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang signifikan.
“Warga yang pasti akan buka kos-kosan, laundry, dan pedagang kaki lima di sekitar kampus,” ucap pria yang akrab dipanggil Cak Thoriq itu.
Kendati demikian, imbuh Cak Thoriq, percepatan hanya bisa dilakukan setelah resmi mendirikan fakultas teknik, kehutanan, dan pertanahan. “Sebagai sumber untuk mendalami teknik tata kota dan cara mengelola tanah,” tutupnya.
Penulis: Dahlan Nur Busri




