Gelar Workshop Moderasi Beragama, Prof. Mukni’ah: ini Kunci Terciptanya Toleransi
Humas - Moderasi beragama sesungguhnya merupakan kunci terciptanya toleransi dan kerukunan, baik di tingkat lokal nasional, maupun global. Moderasi merupakan kebajikan yang mendorong terciptanya harmoni sosial dan keseimbangan dalam kehidupan secara personal, keluarga, dan masyarakat.
Hal itu disampaikan Prof. Dr. Hj. Mukni'ah Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember saat tengah menyambut kegiatan Workshop penguatan nilai-nilai moderasi beragama di Auditorium Lantai Dua FTIK. Selasa, 7 Juni 2022 kemarin.
Prof. Mukni'ah mengatakan, Moderasi dalam literasi Islam disebut ‘Wasathiyah’, yakni proses memahami dan mengamalkan ajaran agama Islam secara adil dan seimbang. Menurutnya, melalui kata kunci itu akan menghasilkan cara pandang, sikap, dan perilaku yang kerap mengambil jalan tengah di antara dua problem.
“Secara empiris moderasi beragama itu toleransi, anti kekerasan, memiliki komiteman kebangsaan, dan akomodatif,” terangnya.
.jpeg)
Karena itu, Prof. Mukni'ah berharap kegiatan tersebut mampu menguatkan nilai-nilai moderasi beragama di kalangan umat, khususnya pada lingkungan FTIK UIN KHAS Jember. “Semoga di kemudian mampu mencegah konflik dan radikalisme beragama dalam kerangka kerukunan umat beragama,” tutupnya.
Sebagai informasi, Workhsop yang diselenggarakan secara luring dan daring itu menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. H. Hasan Baharun Dekan Fakultas Agama Islam UNUJA dan Nyai Hj. Najmah Fairuz Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Riyadlussholihien Jember.
Adapun tema yang disampaikan dari masing-masing narasumber yakni perencanaan pembelajaran berbasis moderasi beragama, dan penguatan moderasi beragama melalui nilai-nilai Aswaja. Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah Mahasiswa secara tatap muka, dan Dosen FTIK UIN KHAS Jember secara daring. (humas/dnb)




