Fatma Mahasiswa UIN KHAS Jember Raih Gelar Sarjana Tanpa Skripsi, Kok Bisa?
Humas - Pada umumnya untuk meraih gelar sarjana atau strata satu, mahasiswa perlu melakukan penelitian dan hasilnya kemudian dikemas dalam bentuk skripsi.
Lantas, bagaimana dengan Ika Zuwaida Fatma?, Mahasisa Program Studi Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember ini, berhasil menempuh tugas akhirnya tanpa karya skripsi. Kok bisa?
Fatma panggilan akrabnya, merupakan mahasiswa asal kelahiran Banyuwangi (2001). Belakangan namanya sering disebut-sebut karena dianggap unik.
Keunikannya bermula saat Fatma berhasil mempublikasikan artikelnya berjudul 'Pengambilan Keputusan dalam Menyelesaikan Soal PISA Konteks Pribadi: Apakah Siswa Reflektif Lebih Unggul dari Impulsif?' ke dalam jurnal akreditasi 2.
Beruntung si Fatma, karena ia tidak lagi perlu membuat skripsi sebagai tugas akhir. Alih-alih ia cukup mempresentasikan ulang artikel yang dimuat tersebut di depan dosen pembimbing dan para penguji dengan penuh kebanggaan.
"Tentu lebih ringkas," ucapnya.
Meski demikian, Fatma menceritakan, rencana publikasi karya artikelnya berawal sejak dirinya melaksanakan seminar proposal (sempro).
Seusai sempro, lazimnya menerima catatan revisi. Kemudian setelah beberapa kali revisi proposal, rupanya dosen pembimbingnya, Suwarno, menilai konten artikelnya menarik. Sehingga, Suwarno menyarankan Fatma untuk menerbitkan di laman jurnal berakreditasi.
Tak berpikir lama, Fatma pun mengamini, tepat pada tanggal 9 Januari lalu, ia submit artikelnya melalui jasa koresponden author.
Meski tak sesulit mengerjakan skripsi, Fatma yang lulus delapan semester ini menyebut, setelah artikel itu dikirim, tepatnya pada tanggal 2 Februari, ia menerima saran revisi dari pihak publisher dengan jumlah yang lumayan banyak.
Nasi sudah menjadi bubur, Fatma tak ingin mundur begitu saja. Ia mengaku tetap semangat, apalagi, kata Fatma, revisi artikelnya tak sesulit revisi skrispi sebagaimana ia mendengar curhatan teman-temannya.
Usai memenuhi saran revisi dari pembimbing dan pihak publisher, artikel Fatma pun dimuat. Ia mengaku senang, sebab semula kabar yang ia terima jadwal publikasi maksimal pada bulan Juni, ternyata justru lebih cepat, "Alhamdulillah tidak sampai bulan Juni," Imbuhnya.
Fatma berpesan, setiap keputusan dalam memenuhi tugas akhir, baik publikasi jurnal atau skripsi, tentu ada konsekuensi kesulitan berbeda-beda.
Dia pun tak segan membeberkan tips dan triknya dalam menghadapi kesulitan itu. Fatma menyebut, sebelum mengerjakan tugas akhir, langkah pertama adalah menentukan topik bahasannya sesuai dengan minat dan kemampuan, "jangan menyerah dulu sebelum berusaha dengan mencari berbagai macam cara karena sebenarnya selalu ada cara yg lebih mudah untuk mengatasi kesulitan itu," Terang Fatma saat dikonfirmasi Jurnalis Humas melalui telpon.
Dia berharap, mahasiswa UIN KHAS Jember dapat memperdalam pengetahuan mereka mengenai penulisan karya ilmiah nasional maupun internasional dan memahami proses publikasi artikel ilmiah dengan baik. (humas/dnb)




