Farichah Nizar Ali: Peran Penting Perempuan menuju Transformasi Digital
Humas – Guna meningkatkan mutu kelembagaan Dharma Wanita Persatuan UIN KHAS Jember dan sebagai organisasi istri ASN, Pengurus DWP UIN KHAS mengadakan Forum Group Discussion (FGD) di KafeTebing, Sukorambi pada Sabtu (28/5). Kegiatan ini menghadirkan ketua DWP Kemenag RI Hj. Farichah Nizar Ali sebagai narasumber.
Di awal sambutan yang disampaikan oleh Ketua DWP UIN KHAS, Dr. Erma Fatmawati. Ia menyampaikan bahagia atas kehadiran Hj. Farichah, seorang publik figur dari DWP Kemenag Pusat yang sekaligus merupakan istri dari Prof. Dr. H. Nizar Ali, M.Ag, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI. Kedatangan Farichah jadi motivasi tersendiri bagi kepengurusan baru Dharma Wanita Persatuan UIN KHAS.
Ketua DWP UIN KHAS juga menjelaskan bahwa tahun ini akan memulai kembali program-program Dharma Wanita. Apalagi setelah ini akan ada Laboratorium FTIK yang nantinya akan memberdayakan ibu-ibu DWP UIN KHAS untuk ikut berpartisipasi mengembangkan Laboratorium PIAUD.
“DWP UIN tidak boleh hanya mengikuti suaminya, akan tetap bagaimana ibu-ibu mampu menguatkan mutu kelembagaan ini dengan cara bersinergi mengembangkan kampus salah satunya berperan dalam mengelola PIAUD. Kita akan aktifkan pengurus dan anggota” ujarnya.
Erma berharap pengurus dan anggota DWP bisa aktif menjalankan program-program yang sudah direncanakan. Di akhir sambutannya dosen FTIK sekaligus istri Prof. Babun tersebut memohon pada Ketua DWP Kemenag RI tersebut untuk memberikan arahan dan penguatan kepada pengurus yang baru dilantik dan dikukuhkan pada 20 Mei lalu.
“Harus ada wujud nyata adanya kepengurusan yang baru ini” ucapnya
Farichah menyampaikan materi mengenai Peran Perempuan menuju Transformasi Digital di Perguruan Tinggi. Menurutnya, dengan adanya kemajuan teknologi komunikasi di era revolusi industri 4.0 seperti saat ini, perempuan harus bisa melakukan berbagai aktivitas. Mulai dari mengerjakan tugas kantor, berjualan secara online, menggerakkan masyarakat atau komunitas melalui media sosial, hingga mencari informasi mengenai gizi atau pendidikan anak. Jadi sebagai perempuan harus bisa migrasi dari manual ke transformasi digital.
Ada beberapa strategi dalam meningkatkan kelembagaan DWP berbasis Transformasi Digital yaitu: 1) Penguatan kelembagaan berperspektif Transformasi Digital seperti pembuatan Sistem Informasi (Web DWP) dengan fitur lengkapnya, 2) Revitalisasi Peran Pengurus, dan 3) Inovasi kegiatan-program.
Masih kata Farichah, DWP harus bisa maju. Ia juga menyampaikan beberapa prinsip yang dipegangnya.
“Prinsipnya harus disandarkan kepada Allah, diberi amanah oleh Allah saya harus benar-benar lillahi ta’ala, dalam berbuat harus jujur, amanah, kinerjanya bagus, rajin, dan ikhlas”jelasnya,
Ia juga menceritakan pengalaman ikut organisasi Dharma Wanita Persatuan mulai jadi anggota hingga menjadi ketua DWP Kemenag RI. Hal ini membuat para pengurus baru antusias mendengarkan.
“Dharma wanita harus maju, harus punya bisnis unggulan, dimanapun ditempatkan harus bisa berbuat baik dan memberikan banyak manfaat” tambahnya.
Suksesnya DWP itu terlihat dari kesejahteraan anggota dan keluarga seperti yang tertuang dalam mars DWP yaitu ‘Tercapailah harapan kita, sejahteralah anggota dan keluarganya.
“Sebagai istri pegawai negeri, kita harus bisa memberi manfaat bagi organisasi, keluarga, anak-anak, dan masyarakat” tambahnya.
“Mudah-mudahan DWP UIN KHAS tambah maju, sukses, diberi semangat, diberi hidayah Allah SWT, bisa bermanfaat bagi lainnya” Harapan Farichah seraya diamini oleh pengurus DWP yang hadir. (Humas)




